Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nabire Papua Tengah papedanews.com Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelontorkan bantuan besar bagi pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Sebanyak 3.016.000 bibit kakao dan 11.000 bibit kelapa disalurkan untuk mendukung perluasan, peremajaan, dan peningkatan produktivitas perkebunan rakyat.

Program tersebut mencakup pengembangan perkebunan seluas 3.100 hektare, terdiri atas 3.000 hektare kakao dan 100 hektare kelapa. Langkah ini menjadi salah satu program perkebunan terbesar yang dijalankan pemerintah pusat di wilayah Papua pada tahun 2026.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Ali Jamil Harahap, Ph.D., mengatakan Kabupaten Nabire menjadi daerah dengan alokasi program perkebunan paling besar di Papua. Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Senin (6/7/2026).

“Di antara seluruh kabupaten di Papua, Nabire menjadi daerah dengan program perkebunan terbanyak. Selain pengembangan kakao, juga ada pengembangan kelapa, kopi, dan penataan sagu,” kata Ali Jamil.

Menurutnya, pengembangan kakao meliputi 1.000 hektare peremajaan kebun dan 2.000 hektare perluasan areal tanam. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementan menyiapkan 3.016.000 bibit kakao, termasuk sekitar 20 persen bibit cadangan guna mengantisipasi kebutuhan di lapangan.

Ali Jamil menegaskan, pembangunan lokasi pembibitan atau nursery harus dipercepat agar seluruh bibit siap ditanam sesuai target. Kementan juga meminta proses pengisian polybag dilakukan secara paralel dan diselesaikan dalam waktu dua pekan.

Baca Juga:  Kadin Papua Tengah Apresiasi Subsidi Penerbangan: Buka Akses, Gerakkan Ekonomi Pedalaman

“Kami ingin bibit berada sedekat mungkin dengan lokasi petani agar kualitas tanaman tetap terjaga dan tidak mengalami stres saat proses distribusi,” ujarnya.

Selain kakao, pemerintah juga menyalurkan 11.000 bibit kelapa untuk pengembangan kebun seluas 100 hektare. Jumlah tersebut bahkan diperkuat dengan tambahan sekitar 2.000 bibit cadangan guna menjamin keberhasilan penanaman.

Ali Jamil menjelaskan, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat hilirisasi sektor pertanian sebagaimana arahan Presiden RI. Ketersediaan bahan baku perkebunan yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil perkebunan di daerah.

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menyampaikan apresiasi atas komitmen Kementerian Pertanian dalam mendukung pengembangan komoditas unggulan di Nabire, mulai dari kakao, kelapa, kopi hingga sagu.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi perangkat daerah, kepala kampung, pemilik hak ulayat, dan masyarakat, untuk bersinergi menyukseskan program tersebut agar target penanaman dapat terealisasi sesuai jadwal.

“Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah melalui sektor perkebunan,” kata Burhanuddin.

Dengan dukungan jutaan bibit dari pemerintah pusat, Nabire diproyeksikan menjadi salah satu sentra pengembangan kakao dan komoditas perkebunan unggulan di Papua Tengah. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi hasil perkebunan, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat kampung, serta mendorong hilirisasi industri perkebunan di wilayah Papua Tengah. (*)

Berita Terkait

Tokoh Intelektual Puncak Jaya Karu Enumbi Apresiasi Subsidi Penerbangan Pemprov Papua Tengah
Kadin Papua Tengah Apresiasi Subsidi Penerbangan: Buka Akses, Gerakkan Ekonomi Pedalaman
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
DK Donat Gunung Batu Curi Perhatian Pecinta Kuliner, Pelanggan Asal Papua Puji Kelembutan dan Variasi Topping
Papua Tengah Genjot Kualitas SDM, Program English Course dan Sekolah Unggulan Jadi Andalan
Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru