Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Sebuah unggahan dari akun TikTok bernama NKRI menjadi perhatian publik setelah memuat desakan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire untuk segera menetapkan tersangka dalam dugaan kasus korupsi di RSUD Nabire.

Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan permintaan agar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nabire segera mengambil langkah hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Akun itu juga menyertakan narasi, “Korban berjatuhan terus akibat pembiaran ini (KUTUKAN).”

Unggahan tersebut turut menandai akun resmi Kejaksaan Negeri Nabire serta sejumlah media lokal di Kabupaten Nabire, antara lain Nabirenet, PapedaNews TV Info Nabire, Detik Papua TV, Berita Terkini Papua Tengah, News Busur Nabire, PapuaLives TV, dan akun milik anggota DPD RI asal Papua, Paul Finsen Mayor.

 

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Nabire mengenai unggahan tersebut maupun perkembangan terbaru penanganan dugaan kasus korupsi di RSUD Nabire.

 

Sebagai bagian dari kontrol sosial, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan harapan terhadap penegakan hukum. Namun, proses penetapan tersangka tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Media ini akan terus memantau perkembangan perkara tersebut dan memberikan ruang bagi seluruh pihak terkait untuk menyampaikan keterangan secara berimbang

Berita Terkait

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Berita ini 140 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru