LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah – Papedanews.com| Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026), di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire.

Kegiatan bertema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai” ini dipimpin Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro didampingi Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya, serta diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai suku dan elemen masyarakat.

Hadir mewakili Bupati Nabire, La Halim, S.Sos (Asisten I Setda Nabire), bersama Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, unsur TNI-Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Yona Kogoya menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian.

Ia juga menekankan komitmen LMA dalam menolak kekerasan, kebencian, serta mengajak seluruh masyarakat hidup rukun dan mendukung pembangunan di Papua Tengah, terutama melalui peningkatan pendidikan generasi muda.

Baca Juga:  Wagub Papua Tengah Kenakan Busana Adat Lani di HUT RI ke-81, Pesan Persatuan dari Puncak Jaya

Sementara itu, Karel Misiro menyampaikan bahwa deklarasi menjadi simbol persatuan masyarakat adat dalam menyambut HUT RI ke-81 serta memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur.

Mewakili Bupati Nabire, La Halim menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi LMA sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir dari keberagaman, sehingga perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Dalam deklarasi yang dibacakan Karel Misiro, masyarakat adat menyatakan komitmen untuk:
Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan.
Menolak provokasi, hoaks, kekerasan, dan konflik antarsuku.

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Mendukung program pembangunan demi kesejahteraan Papua Tengah.

Usai deklarasi, peserta melaksanakan pawai budaya mengelilingi Kota Nabire dengan rute Taman Gizi Oyehe hingga Kalibobo dan kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 17.20 WIT.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru