Pertemuan secara terbuka, pihak keluarga korban ,para kepala suku dan Kapolres Nabire terkait korban Lakalantas

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 10:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., pada Sabtu (29/11/2025) mendatangi langsung pihak keluarga korban di Ruang Kamar Jenazah RSUD Nabire. Pertemuan berlangsung secara terbuka dan disaksikan Kepala Suku tingkat Distrik Paniai Barat, Kepala Suku Mee, dan Kepala Suku Besar Meepago. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menjelaskan secara lengkap kronologi insiden kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa peserta konvoi pada Jumat (28/11/2025).

Kapolres memaparkan bahwa saat kejadian, pihaknya sedang mengikuti rapat koordinasi bersama TNI dan Satpol PP terkait pengamanan Kamtibmas menjelang Desember. Di waktu bersamaan, sekelompok wisudawan melaksanakan syukuran di kawasan Tanah Merah. Sekitar 20–30 orang kemudian memisahkan diri dan melakukan konvoi tanpa adanya izin pengamanan.

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perjalanan, rombongan membentangkan tiga bendera Bintang Kejora dan bergerak dari Tanah Merah menuju Pasar Karang lalu ke arah Auri. Untuk mencegah potensi gangguan keamanan, aparat melakukan blokade dan penghalauan.

 

Saat anggota turun dari kendaraan, korban yang berada dalam rombongan konvoi menabrak seorang anggota polisi hingga membuatnya terpental dan tak sadarkan diri. Korban ikut terjatuh, dan dalam situasi panik, beberapa peserta konvoi yang berputar arah justru kembali menabrak korban, sehingga terjadi tabrakan beruntun yang menyebabkan luka berat.

 

Korban sempat sadar saat berada di Polres Nabire, namun kondisinya tiba-tiba menurun dan segera dirujuk ke RSUD Nabire. Meski tim medis telah melakukan tindakan resusitasi jantung sebanyak tiga kali serta memberikan suntikan epinefrin, nyawa korban tidak terselamatkan.

 

Dalam pertemuan dengan keluarga, Kapolres menyerahkan dua dokumen resmi, yaitu:

 

1. Surat pernyataan penolakan autopsi yang ditandatangani pihak keluarga.

2. Surat penyerahan jenazah kepada keluarga untuk proses pemakaman.

 

Kapolres menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara transparan dan medis memastikan korban murni meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, tanpa ditemukan unsur kekerasan.

Baca Juga:  Ketua Panitia Festival Media Papua Pertama Tegaskan Misi Jurnalisme Damai

 

Sementara itu, anggota polisi yang tertabrak mengalami cedera berat pada kedua kakinya sehingga tidak dapat digerakkan. Jika perawatan di RS PROFITA Jayapura tidak memadai, ia akan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

 

Perwakilan keluarga, Edison Pigay, menyampaikan bahwa mereka telah menerima penjelasan Kapolres secara utuh dan terbuka.

 

“Kita semua sudah dengar penjelasan dari Kapolres. Dokter sudah berusaha, kepolisian juga sudah berusaha, tapi Tuhan berkehendak lain. Kami tidak berada di tempat kejadian, hanya Tuhan yang tahu. Kami terima ini sebagai musibah,” ujarnya.

 

Pihak keluarga juga menegaskan bahwa setelah penyerahan jenazah malam ini dan penandatanganan surat penolakan autopsi selesai diformalkan, jenazah akan dibawa dan disemayamkan sementara di Kalibobo. Selanjutnya, keluarga menunggu kedatangan ayah kandung korban dari Obano untuk kemudian bersama-sama membawa jenazah ke Paniai untuk proses pemakaman.

 

“Kami tunggu bapak kandungnya tiba dari Obano untuk sama-sama antarkan jenazah ke Paniai,” tambah Edison

 

Kepala Suku tingkat Distrik Paniai Barat, Yusak Kudiyai, juga menyampaikan duka mendalam sekaligus apresiasi atas keterbukaan Polres Nabire.

 

“Kami kaget sekali. Kemarin dia masih sehat dan beraktivitas seperti biasa, pagi tadi kami terima kabar duka. Terima kasih Kapolres sudah datang dan menjelaskan semuanya secara terbuka. Kami terima ini sebagai musibah,” ujarnya.

 

Ia mengimbau seluruh anak muda agar tidak melakukan konvoi tanpa pengamanan dan lebih berhati-hati di jalan raya.

 

Kapolres Nabire menyampaikan rasa hormat atas sikap terbuka dan lapang dada dari keluarga serta tokoh masyarakat. Ia memastikan Polres Nabire akan terus menjaga transparansi dan mengawal seluruh proses hingga tuntas.

Berita Terkait

NGERI.!! Beredar chat di salah satu grup ,terkait terafiliasi jaringan mafia togel
Ini wajah Suroso pengelola Tambang ilegal di kali Cemara, kilometer 38
Luis Diduga Bos Besar Togel di Nabire, Jaringan Disebut Kuasai Lapangan polres Nabire, Polda Papua Tengah, entah kemana
Polres Mimika Ungkap Peredaran Sabu Sistem Tempel, Residivis Kembali Ditangkap
Wagub Papua Tengah Resmikan Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Rakyat yang Mandiri dan Berkelanjutan
NU Nabire Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Jelang Aksi 7 April
ESDM Papua Tengah: LPG dan BBM Tetap Normal, Distribusi Energi Stabil
Pernyataan Korwil BGN Tuai Sorotan, Mitra SPPG 01 Seriwini Bantah Keras dan Ungkap Fakta Lapangan
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:26

NGERI.!! Beredar chat di salah satu grup ,terkait terafiliasi jaringan mafia togel

Rabu, 15 April 2026 - 12:59

Ini wajah Suroso pengelola Tambang ilegal di kali Cemara, kilometer 38

Selasa, 14 April 2026 - 14:37

Luis Diduga Bos Besar Togel di Nabire, Jaringan Disebut Kuasai Lapangan polres Nabire, Polda Papua Tengah, entah kemana

Jumat, 10 April 2026 - 08:13

Belum Selesai Dibacakan, Pelantikan Pejabat Nabire Terhenti dan Picu Kontroversi

Jumat, 10 April 2026 - 06:52

Polres Mimika Ungkap Peredaran Sabu Sistem Tempel, Residivis Kembali Ditangkap

Minggu, 5 April 2026 - 16:44

NU Nabire Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Jelang Aksi 7 April

Sabtu, 4 April 2026 - 09:25

ESDM Papua Tengah: LPG dan BBM Tetap Normal, Distribusi Energi Stabil

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:33

Pernyataan Korwil BGN Tuai Sorotan, Mitra SPPG 01 Seriwini Bantah Keras dan Ungkap Fakta Lapangan

Berita Terbaru