Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 19:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

Intan Jaya, Papua Tengah Papedanews.com Komandan Operasi Umum West Papua Army KODAP VIII Intan Jaya, Yosua Maiseni, melaporkan kondisi ribuan warga pengungsi di Kampung Wabukone, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Senin pagi, 18 Mei 2026.

Menurut laporan yang disampaikan Yosua Maiseni, tim dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bersama tim kemanusiaan menemukan banyak warga yang masih berada di Kampung Wabukone dalam kondisi memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Yosua menyebut situasi kemanusiaan di wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius dan pemantauan lanjutan dari berbagai pihak.

 

Dalam laporan tersebut, tim evakuasi lapangan disebut menemukan seorang warga bernama Liter Nebelau, Kepala Desa Wandoga, Kabupaten Intan Jaya, yang diduga mengalami luka akibat terkena roket udara atau serangan drone di Kampung Kemlagupa, Intan Jaya, Papua Tengah. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Sugapa untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga:  Polres Nabire Kerahkan 460 Personel Amankan Aksi Massa di Enam Titik Strategis

 

Menurut keterangan tim pemerintah daerah yang berada di lapangan, satu korban telah berada dalam perawatan di rumah sakit, sementara proses evakuasi terhadap warga lainnya masih terus dilakukan hingga saat ini.

 

Yosua Maiseni meminta United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) segera mengambil langkah politik dan diplomatik untuk melaporkan situasi tersebut kepada negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) serta negara-negara Pasifik lainnya.

 

Ia juga mendesak pihak-pihak kemanusiaan internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Vatikan, agar memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat sipil di Intan Jaya.

 

Dalam keterangannya, Yosua Maiseni menyatakan bahwa warga sipil, termasuk umat gereja dan masyarakat kampung, berada dalam situasi yang menurutnya sangat mengkhawatirkan Drone Roket yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

 

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Gubernur Wakil Pempus di Daerah, ada Aturan Mainnya, Jangan Serang Meluluh.
Berita ini 151 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru