Hari Lahir Pancasila, Perempuan Papua Tengah Perkuat Komitmen Menjaga Persatuan dalam Keberagaman

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 10:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah menggelar diskusi publik bertajuk “Perempuan Papua Tengah Mengamalkan Pancasila, Menjaga Indonesia dalam Keberagaman” di Aula RRI Nabire, Senin (1/6/2026).

 

Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi perempuan Papua Tengah untuk memperkuat komitmen kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta mendorong pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Diskusi diikuti oleh berbagai elemen perempuan, tokoh masyarakat, akademisi, dan peserta yang berasal dari beragam latar belakang suku, agama, dan budaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah, Adriana Sahempa, didampingi Ketua Aliansi Perempuan Nabire Oktovina Woromboni, S.Sos, Penasehat Yufinia Mote, Pembina Mada Makdalena Aronggear, Maya Yakadewa, S.Sos., M.AP, Saloce Yumame, S.Pd, Pengurus Kristin Konyora Oluah, serta Ketua Perkumpulan Wanita Wirausaha Indonesia (PERWIRA) Beatrix A. Manggo, S.Sos., M.Si., M.Div., M.Pd.

 

Usai kegiatan, Adriana Sahempa menegaskan bahwa diskusi publik tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kembali pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis dan majemuk.

 

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan persatuan, terutama melalui pendidikan di lingkungan keluarga.

 

“Kami memandang penting untuk terus menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi penerus agar tumbuh dengan semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong di tengah keberagaman,” ujarnya.

 

Ia menilai tantangan globalisasi dan perkembangan zaman menuntut seluruh elemen masyarakat untuk semakin memperkuat nilai-nilai luhur bangsa agar tidak tergerus oleh berbagai pengaruh yang dapat mengikis semangat kebangsaan.

 

Melalui forum diskusi tersebut, peserta juga menyampaikan berbagai pandangan dan gagasan mengenai langkah konkret dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat yang menjadi kekayaan Papua Tengah.

 

Salah satu rekomendasi yang mengemuka dalam diskusi adalah pentingnya penguatan pendidikan karakter dan moral berbasis nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan, guna membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat.

Baca Juga:  Darah Dan Api di Tengah Demokrasi : Puncak Jaya Butuh Perlindungan

 

“Kami berharap pendidikan moral dan nilai-nilai Pancasila terus diperkuat sehingga generasi muda tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Adriana.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan persaudaraan antarperempuan di Papua Tengah tanpa memandang perbedaan suku, agama, bahasa, maupun budaya.

 

“Keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perempuan Papua Tengah harus saling mendukung, saling menguatkan, dan bergandengan tangan dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga persatuan bangsa,” ungkapnya.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, panitia turut memberikan penghargaan kepada peserta yang aktif dalam diskusi serta menampilkan busana adat dari berbagai daerah sebagai simbol kekayaan budaya dan semangat persatuan dalam keberagaman.

 

Pada kesempatan yang sama, Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah juga menyampaikan kepeduliannya terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang masih terjadi di Papua, khususnya yang berdampak terhadap perempuan dan anak-anak sebagai kelompok rentan.

 

Mereka berharap pemerintah dapat terus menghadirkan kebijakan dan langkah nyata yang berorientasi pada perlindungan, pemberdayaan, serta peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak di Tanah Papua.

 

“Harapan kami, perempuan dan anak-anak Papua mendapatkan perlindungan yang lebih baik serta terbebas dari berbagai dampak persoalan sosial dan kemanusiaan yang masih terjadi. Kami ingin melihat Papua yang aman, damai, dan memberikan ruang tumbuh yang layak bagi seluruh masyarakat,” tutup Adriana Sahempa.

 

Melalui diskusi publik tersebut, Persatuan Perempuan Nusantara Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila, menjaga persatuan dalam keberagaman, serta memperjuangkan pemberdayaan dan perlindungan perempuan demi terwujudnya Papua Tengah yang harmonis, maju, dan berkeadilan.

Berita Terkait

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?
Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah
Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat
Secangkir Kopi, Sejuta Inspirasi: Wartawan Nabire Bertukar Pikiran di Cafe DC
Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Rabu, 2 September 2026 - 11:22

Soliditas ASN Dogiyai Kunci Sukses Penyambutan Gubernur Papua Tengah

Rabu, 2 September 2026 - 01:40

Kasus Skabies dan Pioderma Meningkat di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Turunkan Tim dan Kirim Obat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Berita Terbaru