Saat Tiket Jadi Barang Mewah, Warga Intan Jaya Bertanya: ASN Ada di Mana?

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 12:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sugapa, Intan Jaya papedanews.com Keluhan masyarakat Intan Jaya kembali mencuat. Kali ini sorotan tertuju pada mahalnya harga tiket penerbangan yang disebut-sebut dapat mencapai Rp2 juta per kursi, jauh di atas harga yang selama ini diketahui masyarakat.

 

Bagi warga pedalaman, tiket pesawat bukan sekadar alat transportasi. Tiket adalah akses menuju pelayanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan kebutuhan hidup lainnya. Ketika harga tiket melonjak tinggi, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Yang sakit harus berangkat berobat, ibu hamil harus mendapat pelayanan kesehatan, anak sekolah harus melanjutkan pendidikan. Ketika harga tiket tidak lagi terjangkau, rakyatlah yang paling menderita,” ungkap salah seorang tokoh masyarakat.

 

Di tengah kondisi tersebut, muncul kritik terhadap banyaknya aparatur yang dinilai lebih sering berada di luar daerah dibandingkan menjalankan tugas pelayanan di Intan Jaya. Masyarakat menilai perputaran ekonomi daerah ikut terdampak karena sebagian besar penghasilan ASN dibelanjakan di luar daerah.

 

Menurut sejumlah warga, persoalan mahalnya tiket, tingginya harga kebutuhan pokok, hingga lemahnya perputaran ekonomi lokal memiliki benang merah yang sama, yakni minimnya aktivitas pelayanan dan ekonomi yang berlangsung langsung di Sugapa.

Baca Juga:  Lelang Aset Rampasan Tipikor: Kejari Nabire Kembalikan Rp452 Juta untuk Negara

 

“Kalau ASN berada di tempat tugas, uang beredar di Intan Jaya. Pedagang hidup, pasar hidup, masyarakat terbantu. Tapi kalau sebagian besar berada di luar daerah, rakyat yang menanggung akibatnya,” kata seorang warga.

 

Masyarakat juga mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dengan mengatur kuota penerbangan yang memprioritaskan warga yang membutuhkan pelayanan mendesak, seperti pasien, ibu hamil, pelajar, guru, dan masyarakat kurang mampu.

 

Selain itu, pemerintah diminta memperkuat pengawasan terhadap distribusi tiket penerbangan agar tetap terjangkau dan tidak memberatkan masyarakat.

 

Keluhan mengenai mahalnya tiket kini menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas di Intan Jaya. Setelah sebelumnya masyarakat menyoroti tingginya harga bahan pokok dan minimnya kehadiran aparatur di tempat tugas, kini akses transportasi udara juga menjadi perhatian serius.

 

Bagi sebagian warga, persoalan ini bukan sekadar tentang harga tiket. Ini adalah tentang akses hidup, pelayanan publik, dan keadilan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan Papua.

 

“Ketika rakyat harus membayar mahal untuk mendapatkan pelayanan dasar, maka yang dipertanyakan bukan hanya harga tiket, tetapi keberpihakan terhadap masyarakat itu sendiri.”

Berita Terkait

Mirago Jadi Sorotan, Satgas PKH Ditantang Bertindak Tegas terhadap Dugaan Tambang Emas Skala Besar
Papua Tengah Perkuat Perlindungan Anak, Gubernur Ajak Semua Pihak Hentikan Kekerasan
Pemprov Papua Tengah Dorong Layanan Bantuan Hukum Inklusif, Warga Miskin dan Kelompok Rentan Jadi Fokus Utama
Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Pengadaan, 61 ASN Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK
HUT Ke-4 Papua Tengah, Meki Nawipa Kenang Perjuangan Komarudin Watubun dalam Lahirnya Provinsi Papua Tengah
Papua Tengah Genjot Kualitas SDM, Program English Course dan Sekolah Unggulan Jadi Andalan
Pj Sekda Papua Tengah Resmikan Kantor Baru Dinas Perkebunan dan Peternakan, Tekankan OPD Fokus Wujudkan Program Prioritas Daerah
HUT Ke-4 Papua Tengah, Meki Nawipa Kenang Perjuangan Komarudin Watubun dalam Lahirnya Provinsi Papua Tengah
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:11

Papua Tengah Perkuat Perlindungan Anak, Gubernur Ajak Semua Pihak Hentikan Kekerasan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:59

Pemprov Papua Tengah Dorong Layanan Bantuan Hukum Inklusif, Warga Miskin dan Kelompok Rentan Jadi Fokus Utama

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:48

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Pengadaan, 61 ASN Ikuti Uji Kompetensi PBJ dan PPK

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:13

HUT Ke-4 Papua Tengah, Meki Nawipa Kenang Perjuangan Komarudin Watubun dalam Lahirnya Provinsi Papua Tengah

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:28

Pj Sekda Papua Tengah Resmikan Kantor Baru Dinas Perkebunan dan Peternakan, Tekankan OPD Fokus Wujudkan Program Prioritas Daerah

Rabu, 22 Juli 2026 - 23:24

HUT Ke-4 Papua Tengah, Meki Nawipa Kenang Perjuangan Komarudin Watubun dalam Lahirnya Provinsi Papua Tengah

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:50

Perkuat Integritas Pengadaan, Pemprov Papua Tengah Gelar Sertifikasi PBJ dan PPK bagi ASN

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:52

HUT Ke-4 Papua Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Warga Padati Lokasi Pemeriksaan

Berita Terbaru