Ini Klarifikasi direktur CV Persada Intim Pusaka (AQUVIT) Tentang video yang beredar

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 11:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews.com Sehubungan dengan beredarnya video mengenai temuan benda asing pada salah satu produk gelas merek AQUVIT, Direktur CV Persada Intim Pusaka, Achmad Habib, menyampaikan klarifikasi resmi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya konsumen di Nabire.

 

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Kaladiri dalam sebuah acara yang menggunakan produk AQUVIT. Dari hasil pengecekan langsung ke lokasi dan wawancara dengan penyelenggara acara, disebutkan bahwa terdapat 50 karton produk AQUVIT yang digunakan, namun hanya satu gelas yang ditemukan bermasalah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat di temui awak media Papedanews Acmad habib S.M menjelaskan “Sebagai pimpinan, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Kami bertanggung jawab penuh dan akan menindaklanjuti perkara ini dengan lebih baik lagi,” ujar Achmad Habib.

 

Manajemen CV. Persada Intim Pusaka telah menyiapkan beberapa langkah cepat sebagai tindak lanjut, yaitu:

Baca Juga:  Dirjen Pemasyarakatan Ungkap Kronologi Kericuhan Lapas Nabire dan Rencana Pembenahan Keamanan

 

1. Membuka jalur komunikasi resmi bagi konsumen melalui nomor kontak perusahaan.

 

2. Menarik kembali seluruh produk dengan tanggal produksi 18–19 September 2025 yang beredar di pasaran.

 

3. Melakukan pelaporan resmi kepada instansi terkait, termasuk Balai POM Loka Timika dan pihak kepolisian.

 

4. Melakukan training secara ketat kepada seluruh karyawan untuk meningkatkan disiplin, tanggung jawab, dan ketelitian dalam menjaga mutu produk.

 

5. Menelusuri distribusi produk terkait untuk memastikan seluruh produk yang terindikasi bisa segera ditarik.

“Kami menegaskan bahwa keamanan dan kualitas produk adalah prioritas utama. Kejadian ini menjadi evaluasi penting agar ke depannya pengawasan di setiap lini produksi lebih diperketat,” tegas Achmad Habib.

Manajemen berharap masyarakat tetap memberikan kepercayaan kepada produk AQUVIT, dengan komitmen penuh perusahaan untuk menjaga kualitas dan keamanan konsumsi bagi konsumen.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 517 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru