Dugaan Korupsi RSUD Nabire Masuk Tahap Perhitungan Kerugian Negara

- Penulis

Senin, 22 Juni 2026 - 05:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE Papua Tengah Papedanews.com Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire terus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Saat ini, tim penyidik tengah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Papua Tengah untuk menghitung potensi kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.

 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Nabire, Donny Stiven Umbora, S.H., M.H., mengatakan penyidik telah mengajukan permohonan resmi kepada BPKP Papua Tengah untuk melakukan audit perhitungan kerugian negara.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saat ini penyidik telah mengajukan permohonan kepada BPKP Perwakilan Papua Tengah untuk melakukan perhitungan kerugian keuangan negara. Dalam waktu dekat kami akan melaksanakan ekspos bersama BPKP sebagai bagian dari persiapan proses audit,” ujar Donny.

 

Menurutnya, proses penyidikan masih berada pada tahap pemeriksaan saksi dan pengembangan perkara guna membuat terang tindak pidana yang terjadi serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

 

Meski demikian, Kejari Nabire belum dapat menyampaikan jumlah maupun identitas pihak yang berpotensi menjadi tersangka. Penyidik masih menunggu hasil pendalaman berdasarkan alat bukti dan fakta yang ditemukan selama proses penyidikan.

 

“Kami belum bisa menyampaikan siapa pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Namun, apabila seluruh unsur terpenuhi dan alat bukti dinilai cukup, tentu akan dilakukan penetapan tersangka sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Baca Juga:  Kunjungan Bakti Sosial Bank Mega Cabang Nabire ke Yayasan Difabel dan Anak Berkebutuhan Khusus di Nabire

 

Donny menjelaskan, proses penyidikan membutuhkan waktu karena penyidik harus memeriksa banyak dokumen dan transaksi yang terjadi selama satu tahun anggaran di lingkungan RSUD Nabire.

 

Menurut dia, terdapat ribuan transaksi yang harus diteliti dan dianalisis sehingga penyidik membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman terhadap seluruh data dan keterangan saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

 

Selain pemeriksaan saksi, salah satu tahapan penting yang masih berlangsung adalah proses perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor. Hasil audit tersebut nantinya akan menjadi salah satu dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

 

“Saat ini kami masih menunggu proses perhitungan kerugian keuangan negara. Kami sudah menyurat ke BPKP dan akan berkoordinasi lebih lanjut agar auditor dapat melakukan pemeriksaan sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kejari Nabire tidak dapat mengintervensi proses audit karena kewenangan tersebut sepenuhnya berada pada auditor. Penyidik hanya membantu menyiapkan dokumen dan data yang diperlukan untuk mendukung proses perhitungan kerugian negara.

Apabila hasil audit telah diterima, penyidik akan melakukan analisis lanjutan sebagai dasar untuk menetapkan tersangka dan melanjutkan perkara ke tahap penuntutan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

 

Kejari Nabire memastikan proses penyidikan berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai ketentuan perundang-undangan guna mengungkap secara terang dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.

Berita Terkait

Kadin Papua Tengah Apresiasi Program Sekolah Gratis, Nilai Janji Politik Meki Nawipa Terealisasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah: Hak Tenaga Kesehatan Harus Dipulihkan, Kasus RSUD Nabire Wajib Dituntaskan
Akses jalan menuju pembangunan kantor gubernur Papua Tengah di Palang , Roby douw minta penyelesaian ganti rugi hak Ulayat di bayarkan
Roby Douw Palang Akses Material Pembangunan ke Kawasan Pemprov Papua Tengah, Tuntut Penyelesaian Ganti Rugi Hak Ulayat
Tokoh perempuan Maria Erari Minta Pemkab Nabire Kaji Ulang Kebijakan Ganjil-Genap Pembelian BBM Bersubsidi
LAKRI Papua Tengah Lakukan Sidak ke BGN, Tegaskan Pengawasan Anggaran Gizi Demi Cegah Penyimpangan
Kepala Suku Damal Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat atas Perbaikan Motor yang Terbengkalai Sejak Februari 2026
Saat Tiket Jadi Barang Mewah, Warga Intan Jaya Bertanya: ASN Ada di Mana?
Berita ini 369 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:09

Kadin Papua Tengah Apresiasi Program Sekolah Gratis, Nilai Janji Politik Meki Nawipa Terealisasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:42

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah: Hak Tenaga Kesehatan Harus Dipulihkan, Kasus RSUD Nabire Wajib Dituntaskan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:36

Akses jalan menuju pembangunan kantor gubernur Papua Tengah di Palang , Roby douw minta penyelesaian ganti rugi hak Ulayat di bayarkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:25

Roby Douw Palang Akses Material Pembangunan ke Kawasan Pemprov Papua Tengah, Tuntut Penyelesaian Ganti Rugi Hak Ulayat

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:52

Tokoh perempuan Maria Erari Minta Pemkab Nabire Kaji Ulang Kebijakan Ganjil-Genap Pembelian BBM Bersubsidi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:40

LAKRI Papua Tengah Lakukan Sidak ke BGN, Tegaskan Pengawasan Anggaran Gizi Demi Cegah Penyimpangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 10:31

Kepala Suku Damal Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat atas Perbaikan Motor yang Terbengkalai Sejak Februari 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 12:55

Saat Tiket Jadi Barang Mewah, Warga Intan Jaya Bertanya: ASN Ada di Mana?

Berita Terbaru