Tokoh perempuan Maria Erari Minta Pemkab Nabire Kaji Ulang Kebijakan Ganjil-Genap Pembelian BBM Bersubsidi

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Kebijakan ganjil-genap yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam pengaturan antrean pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi menuai berbagai tanggapan dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh tokoh masyarakat, Maria Erari, yang meminta agar kebijakan tersebut dikaji kembali secara menyeluruh sebelum diterapkan secara penuh di lapangan.

 

Menurut tokoh perempuan pesisir Maria Erari, tujuan pemerintah untuk menertibkan distribusi BBM bersubsidi patut diapresiasi, terutama dalam upaya mengatasi praktik penimbunan maupun pembelian BBM dalam jumlah besar yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat. Namun demikian, ia menilai kebijakan ganjil-genap berpotensi menimbulkan berbagai persoalan baru bagi masyarakat kecil yang masih belum memahami mekanisme aturan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kami memahami bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk membuat aturan demi menata distribusi BBM. Namun yang perlu dipikirkan adalah bagaimana dampaknya bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat kampung dan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang belum sepenuhnya memahami aturan yang baru diberlakukan,” ujar Maria Erari.

 

Ia mencontohkan berbagai kondisi darurat yang dapat dialami masyarakat sewaktu-waktu. Menurutnya, kebutuhan BBM tidak selalu dapat menunggu jadwal sesuai nomor kendaraan. Dalam keadaan tertentu, masyarakat membutuhkan akses BBM secara cepat untuk keperluan mendesak.

 

“Bagaimana jika ada anak yang harus berangkat ke sekolah, sementara orang tuanya tidak memiliki uang lebih untuk mencari alternatif lain? Bagaimana jika ada keluarga yang harus membawa anggota keluarganya yang sakit ke rumah sakit atau ibu yang hendak melahirkan dan membutuhkan kendaraan secara mendadak? Situasi seperti ini perlu menjadi pertimbangan,” katanya.

Baca Juga:  Kerukunan Ansus Maneta Piboki Teguhkan Dukungan untuk Program Pemerintah dan Kamtibmas di Nabire

 

Maria menegaskan bahwa dirinya tidak menolak upaya pemerintah dalam menata distribusi BBM bersubsidi. Ia justru mendukung langkah-langkah penertiban terhadap oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM yang selama ini merugikan masyarakat.

 

“Kalau menyangkut penertiban penimbunan BBM, pembelian yang tidak sesuai aturan, atau pengawasan terhadap perusahaan dan pihak-pihak yang memanfaatkan BBM bersubsidi secara tidak tepat, itu sangat penting dan saya mendukung. Semua pihak harus mengikuti aturan yang berlaku agar distribusi BBM lebih tertib dan tepat sasaran,” jelasnya.

 

Namun, ia berharap kebijakan ganjil-genap dapat dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi riil masyarakat Nabire yang beragam. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang lebih luas serta mengkaji secara mendalam dampak positif dan negatif dari kebijakan tersebut sebelum diterapkan secara permanen.

 

“Saya hadir bukan mewakili pengusaha atau kelompok tertentu, tetapi menyampaikan suara masyarakat kecil di kampung-kampung yang mungkin suatu saat harus datang ke kota dalam keadaan darurat. Tidak ada seorang pun yang tahu kondisi apa yang akan dihadapi besok. Karena itu, saya berharap pemerintah dapat mengkaji kembali kebijakan ganjil-genap ini agar tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM,” tuturnya.

 

Maria Erari berharap aspirasi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam menyempurnakan kebijakan pengelolaan BBM bersubsidi di Kabupaten Nabire, sehingga tujuan penertiban distribusi BBM dapat tercapai tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap kebutuhan yang bersifat mendesak.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 184 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru