Datang Ke Polres Nabire, Adriana Sahempa Bersama Tim Menuntut Keadilan Atas Pencemaran Nama Baik Dan Perbuatan Tidak Menyenangkan

- Penulis

Jumat, 21 Februari 2025 - 08:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papedanews.com
Nabire-papua tengah-
Dalam pantauan awak media pepedanews ADRIANA SAHEMPA bersama tim telah melaporkan atas dugaan pencemaran nama baik yang telah di laporkan kepada dirinya, seperti di ketahui bersama Telah beredar video dan foto Di beberapa jejaring media sosial di kabupaten Nabire yang bertempat di Polres Nabire 21 Febuari 2025.

ADRIANA SAHEMPA menyampaikan beberapa hal terkait tuduhan baik lewat medsos maupun aksi demo yang dilakukan oleh beberapa oknum dan juga forum perempuan peduli Nabire.

Yang pertama adalah bahwa proses sengketa hasil pilkada Kabupaten Nabire telah selesai di Mahkamah Konstitusi pada tanggal 5 Febuari 2025 dan sudah diketahui oleh seluruh masyarakat Nabire.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dimanan dalam proses sengketa perolehan hasil tersebut yang menjadi Pemohon adalah pasangan calon nomor urut satu Bapak Martinus Adii dan Agus Suprayitno yang dikuasakan kepada kuasa hukum, di dalam permohanan pemohon tidak ada satu kalimat pun yang mengatakan atau memuat nama saya Adriana Sahempa sebagai seseorang yang dituduhkan telah menukar suara bapak Mesak Magai dan wakilnya Burhanudin Pawennari.

Sehingga tuduhan dari forum perempuan peduli Nabire ini benar-benar sudah mencemarkan nama baik saya,

Yang kedua permohonan sengketa di Mahkamah Konstitusi adalah hak peserta pemilu , Jadi siapa saja berhak dan di lindungi oleh negara melalui
undang-undang pemilu untuk menyatakan sengketa atau melakukan upaya sengketa ke Mahkamah konstitusi terkait dengan hasil Pemilu dan itu sudah di tempuh oleh pasangan nomor urut 1

yang ke tiga di dalam demo yang di lakukan forum perempuan peduli Nabire mencakup beberapa hal  bahwa saya harus bertanggung jawab atas dasar tuduhan tukar suara pasangan nomor urut dua.

“Saya dianggap sebagai perempuan tidak tahu malu maka tentang tuduhan ini dengan maksud apa, saya secara pribadi tidak tahu,”ujarannya

Baca Juga: 

Saya sebagai warga negara yang baik saya punya hak dan kewajiban yang sama di depan hukum , sehingga hari ini saya sudah melaporkan beberapa oknum di Polres Nabire antara lain pemilik akun fb leni makai , ibu nancy warobay, Marsel Arsyerem, serta Forum perempuan peduli Nabire ke polres nabire.

laporan saya sudah masuk dan saya yakin bahwa polres nabire akan menindak lanjuti laporan saya sesuai dengan alur penanganan laporan
dan akan menindak para terlapor sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,

dugaannya, adalah pencemaran nama baik pembunuhan karakter, fitnah dan juga perbuatan tidak menyenangkan Saya yakin polres Nabire akan melaksanakan tugas mereka dan Yang pastinya melindungi hak saya sebagai warga negara Republik Indonesia yang secara administrasi kependudukan berdomisili di Kabupaten nabire, Tambahnya.

Harapan saya sebagai warga negara Indonesia punya hak dan kewajiban yang sama didepan hukum, sehingga saya butuh keadilan dengan  ditanganinya kasus ini semoga tidak ada lagi orang-orang yang merasa menjadi Tuhan dengan melakukan  pencemaran nama baik ,
dari setiap orang yang berlawanan atau berbeda pilihan politik dengan mereka, dan jangan ada diskriminasi karena kami semua sama-sama tinggal di Nabire, dan membangun Nabire dengan cara kita masing masing,

upaya pembunuhan karakter ini sedang dilakukan karena  secara pribadi saya pernah menjadi seorang tenaga honorer dan 8 tahun menjadi ketua Bawaslu Kabupaten Nabire dugaan saya dengan dilakukannya demo dan juga pencemaran nama baik di media sosial  adalah bagian dari upaya mereka untuk membunuh karakter saya, ini adalah pecemaran nama baik saya dan harus di proses hukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku di negara ini, Pungkasnya.

( papedanews )

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah: Hak Tenaga Kesehatan Harus Dipulihkan, Kasus RSUD Nabire Wajib Dituntaskan
Dugaan Korupsi RSUD Nabire Masuk Tahap Perhitungan Kerugian Negara
LAKRI Papua Tengah Lakukan Sidak ke BGN, Tegaskan Pengawasan Anggaran Gizi Demi Cegah Penyimpangan
Kepala Suku Besar Dani Puncak Himbau Masyarakat Jaga Keamanan di Pasar Tradisional Ilaga
Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.
Kerusuhan di Stadion Papua Bangkit, Puluhan Kendaraan dan HP Anggota Polisi Dilaporkan Hilang dan Terbakar
DPRK Nabire Gelar Rapat Dengar Pendapat Bahas Penertiban Togel dan Miras, Tokoh Adat hingga Gereja Desak Penindakan Tegas
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru