Salmon Pigai Dikeluarkan dari Rapat Pleno Distrik oleh PPD : Hak Saksi Dipertanyakan

- Penulis

Senin, 2 Desember 2024 - 15:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PapedaNews.com-Nabire
Suasana memanas dalam rapat pleno rekapitulasi suara di salah satu distrik setelah Salmon Pigai, seorang saksi yang hadir untuk memastikan transparansi proses perhitungan, dikeluarkan dari ruang sidang oleh Panitia Pemilihan Distrik (PPD). Pigai menilai langkah tersebut mencederai haknya sebagai saksi dan menunjukkan adanya potensi pelanggaran prosedur pemilu., 2 Desember 2024

Kronologi Peristiwa

Salmon Pigai mengungkapkan bahwa pengusirannya bermula dari keberatan yang ia sampaikan terkait pembukaan kotak suara sebelum dokumen register resmi diterbitkan. Menurut Pigai, ia sudah mengajukan surat keberatan pada tanggal 29 November, namun PPD tetap memutuskan untuk melanjutkan perhitungan tanpa menunggu klarifikasi dari Panwas Distrik (Pandes).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya meminta agar proses dihentikan sementara sebelum dokumen register keluar dari Pandes. Saya bersikeras bahwa kotak suara tidak boleh dibuka sebelum 3×24 jam sesuai aturan. Namun, surat keberatan saya sudah diajukan sejak tanggal 29, dan batas waktu itu telah lewat. Sebagai saksi, saya merasa berhak meminta register untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur, tetapi keberatan saya tidak diterima,” tegas Pigai.

Pigai juga menambahkan bahwa dirinya telah menyerahkan fotokopi dokumen keberatan tersebut kepada PPD untuk mendukung tuntutannya. Namun, PPD justru memintanya meninggalkan pleno. “Saya bahkan minta sidang diskors 10 menit agar mereka bisa berkonsultasi dengan Bawaslu Kabupaten. Namun, Bawaslu menyuruh sidang tetap dilanjutkan tanpa menanggapi surat keberatan saya. Jika register baru dikeluarkan setelah perhitungan selesai, keberatan saya akan menjadi tidak berguna,” katanya.

Baca Juga:  Kecurangan Terbongkar, PSU di TPS 9 Siriwini Mencerminkan Kesadaran Demokrasi Masyarakat

PPD: Alasan dan Tanggapan

Menurut Pigai, PPD berdalih bahwa perhitungan bisa dilanjutkan karena saksi sebelumnya telah menandatangani formulir C1 di TPS. Namun, Pigai menjelaskan bahwa bukti keberatan baru diperoleh setelah pelaksanaan pemungutan suara ulang (PBLU). “PPD tetap bersikeras meminta kami menunggu 3×24 jam, padahal batas waktu itu sudah lewat. Saya kecewa karena hak saya sebagai saksi dibatasi,” ujarnya.

Hak Saksi dan Integritas Pemilu

Pengusiran Pigai oleh PPD ini memicu sorotan terkait penghormatan terhadap hak saksi dalam proses pemilu. Sebagai elemen penting dalam menjamin transparansi, saksi berhak mengajukan keberatan untuk menjaga integritas pemilu. Insiden ini dianggap mencederai asas keadilan yang diatur dalam Pasal 28D Ayat (1) UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara atas perlakuan yang sama di hadapan hukum.

Pigai meminta agar Bawaslu segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah ini. “Kami hanya ingin memastikan proses berjalan sesuai aturan, tetapi justru diperlakukan seperti pengganggu. Saya kecewa dengan cara PPD menangani keberatan saya,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PPD maupun Bawaslu terkait kejadian tersebut. Namun, insiden ini menjadi peringatan bagi penyelenggara pemilu untuk menjaga keadilan dan transparansi demi mempertahankan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.

PapedaNews

Berita Terkait

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Ketua DPW PAN Papua tengah Apresiasi dan ucapakan selamat kepada wakil bupati Nduga periode 2026-2031
Musda Berlangsung Damai, DPW Papua Tengah Resmi Ajukan Nama Calon Ketua DPD ke Pusat
DPW PAN Papua Tengah Siap Ikuti Keputusan DPP dan Fokus Hadapi Pemilu 2029
Politisi PAN Papua Tengah Tegaskan: Jangan Mengatasnamakan Partai Pengusung untuk Kritik Pemerintah
Anggota DPRK Intan Jaya Soroti Dugaan Diskriminasi dalam Kegiatan Kedewanan
Jokowi Siap “Turun Gunung” untuk PSI: Sinyal Konsolidasi Politik Pasca-Kepresidenan
Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru