Papua Tengah Papedanews.com Ketua DPR Provinsi Papua Tengah dari Fraksi PDIP, Delius Tabuni, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya. Hal tersebut disampaikannya usai pelaksanaan hearing dialog yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari DPR, MRP, ASN, hingga tokoh agama dari gereja GIDI, Kemah Injil, dan Baptis.
Dalam keterangannya, Delius Tabuni menjelaskan bahwa hearing dialog tersebut secara khusus membahas penanganan pengungsian akibat konflik yang berdampak langsung kepada masyarakat sipil.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kita melakukan hearing dialog terkait persoalan pengungsian yang terjadi di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak yang hadir dalam dialog sepakat agar operasi keamanan yang dilakukan di wilayah tersebut harus berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, guna menghindari jatuhnya korban dari masyarakat sipil.
“Kami berharap setiap operasi yang dilakukan memiliki SOP yang jelas. Jangan sampai masyarakat kami yang tidak tahu apa-apa justru menjadi korban,” tegasnya.
Selain itu, Delius juga mengingatkan pihak kelompok bersenjata agar tidak menjadikan masyarakat sebagai tameng dalam konflik yang terjadi.
“Kepada pihak-pihak di lapangan, termasuk OPM, kami minta jangan berlindung di balik masyarakat. Jangan sampai keluarga, anak-anak yang tidak tahu apa-apa menjadi korban,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Delius Tabuni juga mengungkapkan bahwa sebagai bentuk kepedulian, para peserta dialog telah melakukan penggalangan dana sukarela yang berhasil mengumpulkan sebesar Rp209 juta.
“Puji syukur hari ini telah terkumpul donasi sebesar Rp209 juta dari DPR, MRP, ASN, dan keluarga besar yang hadir. Ini bentuk kepedulian kita bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa penggalangan bantuan akan terus dilanjutkan pada hari Senin mendatang, setelah adanya partisipasi tambahan dari pihak gereja yang dijadwalkan memberikan sumbangan pada hari Minggu.
“Kami akan lanjutkan lagi hari Senin dengan mengundang seluruh elemen di Provinsi Papua Tengah untuk berpartisipasi. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga pakaian layak pakai dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.
Delius juga mengimbau kepada masyarakat luas yang belum sempat berpartisipasi agar turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, siapa saja yang belum hadir, bisa ikut menyumbang. Tidak harus uang, bisa juga pakaian atau kebutuhan lainnya,” ujarnya.
Ke depan, DPR Papua Tengah berharap agar setiap pelaksanaan operasi keamanan di daerah konflik dilakukan dengan koordinasi yang baik bersama aparat yang sudah bertugas secara organik di wilayah tersebut, seperti Kapolres, Koramil, dan Polsek.
“Kami berharap setiap operasi harus dikoordinasikan dengan aparat yang sudah ada di daerah. Jangan sampai pihak non-organik langsung turun tanpa koordinasi, karena yang menjadi korban adalah masyarakat,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Delius Tabuni kembali menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menangani persoalan kemanusiaan di Papua Tengah demi melindungi masyarakat sipil dari dampak konflik yang berkepanjangan.





















