Nabire Papua Tengah Papedanews.com Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elabi, mendesak peningkatan profesionalisme aparat keamanan dalam menangani konflik di Papua, khususnya di wilayah Puncak dan Puncak Jaya.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam hearing dialog bersama DPR, MRP, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat. Forum ini membahas dampak konflik terhadap warga sipil, termasuk pengungsian dan dugaan korban dari kalangan masyarakat.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diben menegaskan bahwa aparat TNI-Polri harus menjalankan tugas secara profesional dan terukur. Ia menilai perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap operasi.
“Kami meminta Panglima TNI memastikan setiap personel yang ditugaskan benar-benar profesional dan memahami standar hak asasi manusia,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti dugaan insiden yang melibatkan korban perempuan dan anak-anak. Menurutnya, kelompok tersebut tidak terlibat dalam konflik bersenjata dan harus dilindungi.
Ia juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi di lapangan. DPR Papua Tengah, lanjutnya, akan terus mengawal agar tindakan aparat sesuai dengan prinsip perlindungan warga sipil.
Diben menambahkan bahwa profesionalisme aparat tidak hanya berdampak pada keamanan dalam negeri, tetapi juga pada citra Indonesia di tingkat internasional.
“Negara harus menunjukkan bahwa aparatnya bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi hak asasi manusia,” tegasnya.





















