Lomba Bertutur Cerita Rakyat Papua Tengah Digelar, Upaya Nyata Lestarikan Budaya Generasi Muda

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 07:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com Dinas Pendidikan dan Kebhatan Provinsi Papua Tengah menggelar Lomba Bertutur Cerita Rakyat sebagai upaya menggali, melestarikan, dan mempopulerkan cerita rakyat yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Sabtu (25/04/2026)

 

Kegiatan ini mengusung tema “Melestarikan Budaya melalui Tutur Cerita Rakyat Papua Tengah” dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencintai seni, budaya, serta sastra daerah.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ketua panitia, Lukas Pigome, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal agar tetap terjaga dan diwariskan kepada masa depan.

 

“Kami berharap melalui lomba ini, generasi muda Papua Tengah dapat semakin memahami, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya sendiri. Cerita rakyat bukan hanya hiburan, tetapi juga warisan nilai dan identitas budaya yang harus dijaga,” ujar Lukas Pigome.

 

Lomba ini diikuti oleh pelajar aktif tingkat SMA/SMK/sederajat dari berbagai kabupaten di Papua Tengah. Pada pelaksanaan kali ini, peserta berasal dari empat sekolah, yakni dua peserta dari Sekolah Adi Luhur Kabupaten Nabire, satu peserta dari Sekolah KPG Kabupaten Nabire, satu peserta dari Kabupaten Mimika, serta satu peserta dari SMA Katolik Aweida, Kabupaten Deiyai.

 

Setiap peserta diwajibkan menampilkan kemampuan bertutur cerita rakyat dalam bentuk video berdurasi maksimal 20 menit. Meski tidak ditentukan durasi minimum, panitia menyarankan agar video tidak kurang dari 15 menit agar isi cerita dapat tersampaikan dengan baik.

 

Konten video harus berisi kegiatan mendongeng atau menceritakan cerita rakyat asli dari wilayah Papua Tengah, baik berupa legenda, mite, maupun dongeng yang mengandung pesan moral serta nilai budaya setempat. Rekaman video juga harus memiliki kualitas gambar dan suara yang jelas dengan resolusi minimal 720p.

Baca Juga:  Bentuk Pelayanan Ke Masyarakat , Polres Nabire Kerahkan Personil Untuk Pengamanan Aksi Mahasiswa

 

Peserta diperbolehkan menggunakan alat peraga, properti, maupun latar tempat yang mendukung jalannya cerita, namun tidak diperkenankan menggunakan efek editing berlebihan yang dapat mengurangi esensi utama bertutur.

 

Penilaian dewan juri dilakukan berdasarkan lima aspek utama, yaitu penghayatan dan ekspresi sebesar 25 persen, intonasi, artikulasi, dan vokal sebesar 25 persen, penguasaan cerita dan alur sebesar 20 persen, keaslian dan nilai budaya cerita sebesar 15 persen, serta kreativitas penyajian sebesar 15 persen.

 

Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang, yakni Juara III sebesar Rp2.000.000, Juara II sebesar Rp3.000.000, dan Juara I sebesar Rp5.000.000. Seluruh peserta juga akan menerima sertifikat keikutsertaan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.

 

Selain itu, hak cipta karya tetap menjadi milik peserta, namun Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah berhak mempublikasikan dan menayangkan video karya peserta untuk kepentingan pendidikan, promosi budaya, serta publikasi non-komersial lainnya dengan tetap mencantumkan nama peserta dan asal daerahnya.

 

Panitia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Melalui kegiatan ini, diharapkan cerita rakyat Papua Tengah tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda yang mencintai akar budayanya sendiri.

Berita Terkait

Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.
Penolakan Masyarakat Mee terhadap Rencana Pemerintah Kabupaten DOB Baru Kabupaten Moni di Wilayah Paniai
Kedudukan KAPP Pusat Ditegaskan Tetap Berada di Provinsi Papua
Langgar Zonasi & UU Penataan Ruang, Karel Tabuni Tegur Keras APH: Jangan Menunggu Rusuh Baru Bertindak!
Wakil Ketua DPRK Nabire Bantu SD YPK Moor dan Serap Aspirasi Sekolah
Kerusuhan di Stadion Papua Bangkit, Puluhan Kendaraan dan HP Anggota Polisi Dilaporkan Hilang dan Terbakar
Gubernur Papua Tengah Siap Tertibkan Kegiatan Tambang Ilegal
Resahkan Warga, Aksi Konvoi Kelulusan Pelajar Dihentikan Polres Nabire
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:07

Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.

Senin, 18 Mei 2026 - 18:59

Penolakan Masyarakat Mee terhadap Rencana Pemerintah Kabupaten DOB Baru Kabupaten Moni di Wilayah Paniai

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:20

Kedudukan KAPP Pusat Ditegaskan Tetap Berada di Provinsi Papua

Senin, 11 Mei 2026 - 14:36

Langgar Zonasi & UU Penataan Ruang, Karel Tabuni Tegur Keras APH: Jangan Menunggu Rusuh Baru Bertindak!

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:56

Wakil Ketua DPRK Nabire Bantu SD YPK Moor dan Serap Aspirasi Sekolah

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:50

Gubernur Papua Tengah Siap Tertibkan Kegiatan Tambang Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 13:47

Resahkan Warga, Aksi Konvoi Kelulusan Pelajar Dihentikan Polres Nabire

Kamis, 30 April 2026 - 01:49

DPRK Nabire Gelar Rapat Dengar Pendapat Bahas Penertiban Togel dan Miras, Tokoh Adat hingga Gereja Desak Penindakan Tegas

Berita Terbaru