Mr Lee Warga negara asing biang kerok perusak hutan, pemilik hak Ulayat di bodohi

- Penulis

Minggu, 22 Februari 2026 - 02:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nabire Papua Tengah Papedanews.com Aktivitas pertambangan emas diduga ilegal di kawasan Kilo 100 Kiri, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali menjadi sorotan publik. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa aktivitas tersebut diduga dimiliki dan dikendalikan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) bernama MR LEE.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan keterangan sejumlah sumber, aktivitas tambang tersebut tidak hanya beroperasi di satu titik, melainkan telah berkembang menjadi lebih dari tiga lokasi berbeda yang tersebar di beberapa kilometer kawasan pertambangan di wilayah Nabire.

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini disebut-sebut menggunakan alat berat dan melibatkan sejumlah pekerja yang melakukan aktivitas pengerukan secara intensif. Masyarakat setempat mengaku resah karena aktivitas tersebut dinilai semakin masif dan berlangsung tanpa transparansi terkait perizinan maupun legalitas operasionalnya.

Baca Juga:  Keluarga Besar Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Nabire Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Polres Nabire

 

Lebih jauh, beredar dugaan adanya keterlibatan oknum aparat kepolisian yang disebut-sebut turut membekingi atau terlibat dalam aktivitas pertambangan tersebut. Dugaan ini memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait status legalitas tambang yang diduga milik MR LEE tersebut maupun klarifikasi terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat.

 

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan instansi terkait segera melakukan penelusuran serta penindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum. Transparansi dan komitmen penegakan hukum dinilai penting demi menjaga stabilitas keamanan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Nabire.

 

Tim media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh keterangan resmi dan berimbang.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru