Intelektual Muda Moni Laurensius Zonggonau Serukan Keteguhan di Tengah Isu Pembatalan Kabupaten Moni

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 10:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paniai Papua Tengah papedanews.com Intelektual Muda Moni, Laurensius Zonggonau, S.H., M.IP., menyampaikan seruan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya dari wilayah pemekaran, serta para pemuda dan intelektual sebagai agen perubahan (agent of change), untuk tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang berkembang terkait upaya pembatalan Kabupaten Moni.

Dalam pernyataannya, Laurensius mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan demi masa depan daerah yang sedang diperjuangkan bersama. “Mari kita bersatu untuk rumah kita, Kabupaten Moni,” ujarnya dengan penuh penekanan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ia menegaskan bahwa isu-isu yang beredar saat ini, termasuk yang disampaikan oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai “Mahasubapani”, merupakan bagian dari upaya sistematis oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan terselubung. Menurutnya, narasi pembatalan tersebut sengaja dibangun untuk melemahkan semangat perjuangan masyarakat.

 

“Apa yang mereka buat itu adalah orang-orang yang punya kepentingan, yang sengaja ingin membatalkan Kabupaten Moni,” tegas Laurensius. Ia juga menambahkan bahwa dinamika seperti ini bukanlah hal baru, melainkan telah berulang kali terjadi dalam proses pembentukan daerah otonomi baru (DOB).

 

Lebih lanjut, Laurensius mengimbau seluruh elemen yang terlibat dalam perjuangan pemekaran agar tidak mudah goyah secara mental. Ia meminta masyarakat untuk tidak “jatuh mental” atau bersikap lemah dalam menghadapi tekanan dan isu yang berkembang.

Baca Juga:  PPP dan PDIP Fasilitasi Dialog Politik: DPD GRI Tegaskan Komitmen Dukung Program Gubernur Meki Nawipa

 

“Kita tidak boleh jadi mental kerupuk. Hadapi ini dengan tenang, aman, dan biasa-biasa saja, tetapi tetap waspada,” pesannya.

 

Ia juga menekankan bahwa fenomena serupa dialami oleh berbagai DOB di Papua, bukan hanya di wilayah Paniai. Berdasarkan pengalamannya selama kurang lebih 20 tahun dalam mengikuti dan mempelajari dinamika pemekaran wilayah di Papua, Laurensius menyatakan bahwa tantangan seperti ini merupakan bagian dari proses yang harus dilalui.

 

“Semua DOB di Papua, bukan hanya di Paniai, saya tahu betul dinamika ini. Dari Sorong sampai Samarai, semua pernah mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

 

Menutup pernyataannya, Laurensius kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Ia berharap semangat kolektif masyarakat tetap terjaga demi terwujudnya Kabupaten Moni sebagai daerah otonomi baru yang mandiri dan sejahtera.

Berita Terkait

Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.
Penolakan Masyarakat Mee terhadap Rencana Pemerintah Kabupaten DOB Baru Kabupaten Moni di Wilayah Paniai
Kedudukan KAPP Pusat Ditegaskan Tetap Berada di Provinsi Papua
Langgar Zonasi & UU Penataan Ruang, Karel Tabuni Tegur Keras APH: Jangan Menunggu Rusuh Baru Bertindak!
Wakil Ketua DPRK Nabire Bantu SD YPK Moor dan Serap Aspirasi Sekolah
Kerusuhan di Stadion Papua Bangkit, Puluhan Kendaraan dan HP Anggota Polisi Dilaporkan Hilang dan Terbakar
Gubernur Papua Tengah Siap Tertibkan Kegiatan Tambang Ilegal
Resahkan Warga, Aksi Konvoi Kelulusan Pelajar Dihentikan Polres Nabire
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:07

Yosua Maiseni Laporkan Satu Warga Ditemukan Tim Pemerintah Intan Jaya Terkena Roket Udara di Kemlagupa, Intan Jaya.

Senin, 18 Mei 2026 - 18:59

Penolakan Masyarakat Mee terhadap Rencana Pemerintah Kabupaten DOB Baru Kabupaten Moni di Wilayah Paniai

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:20

Kedudukan KAPP Pusat Ditegaskan Tetap Berada di Provinsi Papua

Senin, 11 Mei 2026 - 14:36

Langgar Zonasi & UU Penataan Ruang, Karel Tabuni Tegur Keras APH: Jangan Menunggu Rusuh Baru Bertindak!

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:56

Wakil Ketua DPRK Nabire Bantu SD YPK Moor dan Serap Aspirasi Sekolah

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:50

Gubernur Papua Tengah Siap Tertibkan Kegiatan Tambang Ilegal

Senin, 4 Mei 2026 - 13:47

Resahkan Warga, Aksi Konvoi Kelulusan Pelajar Dihentikan Polres Nabire

Kamis, 30 April 2026 - 01:49

DPRK Nabire Gelar Rapat Dengar Pendapat Bahas Penertiban Togel dan Miras, Tokoh Adat hingga Gereja Desak Penindakan Tegas

Berita Terbaru