Paniai Papua Tengah papedanews.com Intelektual Muda Moni, Laurensius Zonggonau, S.H., M.IP., menyampaikan seruan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya dari wilayah pemekaran, serta para pemuda dan intelektual sebagai agen perubahan (agent of change), untuk tetap bersatu dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu yang berkembang terkait upaya pembatalan Kabupaten Moni.

Dalam pernyataannya, Laurensius mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan demi masa depan daerah yang sedang diperjuangkan bersama. “Mari kita bersatu untuk rumah kita, Kabupaten Moni,” ujarnya dengan penuh penekanan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa isu-isu yang beredar saat ini, termasuk yang disampaikan oleh pihak-pihak yang disebutnya sebagai “Mahasubapani”, merupakan bagian dari upaya sistematis oleh kelompok tertentu yang memiliki kepentingan terselubung. Menurutnya, narasi pembatalan tersebut sengaja dibangun untuk melemahkan semangat perjuangan masyarakat.
“Apa yang mereka buat itu adalah orang-orang yang punya kepentingan, yang sengaja ingin membatalkan Kabupaten Moni,” tegas Laurensius. Ia juga menambahkan bahwa dinamika seperti ini bukanlah hal baru, melainkan telah berulang kali terjadi dalam proses pembentukan daerah otonomi baru (DOB).
Lebih lanjut, Laurensius mengimbau seluruh elemen yang terlibat dalam perjuangan pemekaran agar tidak mudah goyah secara mental. Ia meminta masyarakat untuk tidak “jatuh mental” atau bersikap lemah dalam menghadapi tekanan dan isu yang berkembang.
“Kita tidak boleh jadi mental kerupuk. Hadapi ini dengan tenang, aman, dan biasa-biasa saja, tetapi tetap waspada,” pesannya.
Ia juga menekankan bahwa fenomena serupa dialami oleh berbagai DOB di Papua, bukan hanya di wilayah Paniai. Berdasarkan pengalamannya selama kurang lebih 20 tahun dalam mengikuti dan mempelajari dinamika pemekaran wilayah di Papua, Laurensius menyatakan bahwa tantangan seperti ini merupakan bagian dari proses yang harus dilalui.
“Semua DOB di Papua, bukan hanya di Paniai, saya tahu betul dinamika ini. Dari Sorong sampai Samarai, semua pernah mengalami hal yang sama,” ungkapnya.
Menutup pernyataannya, Laurensius kembali mengajak seluruh masyarakat untuk tetap solid, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Ia berharap semangat kolektif masyarakat tetap terjaga demi terwujudnya Kabupaten Moni sebagai daerah otonomi baru yang mandiri dan sejahtera.




















