DPRK intan jaya meminta pihak dukcapil intan jaya segera mengatasi 40 pelajar yang mengalami kesulitan dalam sistem perekaman KTP dan KK

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Intan jaya , Papua Tengah Papedanews.com Puluhan pelajar asal Kampung Maniouwo, Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya, yang saat ini menempuh pendidikan di Jakarta mengeluhkan berbagai persoalan administrasi kependudukan yang dinilai menghambat proses pendidikan mereka.

Keluhan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kepala Kampung Maniouwo, Timotius Sukarno Iyapa, Anggota DPRK Intan Jaya Aljono Bagau, serta para siswa yang sedang menjalani masa liburan di Nabire.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Timotius Sukarno Iyapa menjelaskan bahwa sejumlah pelajar asal Kampung Maniouwo yang bersekolah di Jakarta masih menghadapi masalah terkait Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan data kependudukan lainnya yang belum terhubung dengan baik dalam sistem administrasi Kabupaten Intan Jaya.

 

Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan menyebabkan para pelajar kesulitan mengurus berbagai kebutuhan administrasi pendidikan maupun identitas diri.

 

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, khususnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), dapat mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan administrasi yang dialami anak-anak kami. Mereka adalah generasi penerus daerah yang harus mendapat perhatian,” ujar Timotius.

 

Ia juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten Intan Jaya membuka layanan Dukcapil sementara di Nabire setiap masa liburan sekolah, khususnya pada bulan Juni hingga Juli.

 

Menurutnya, biaya transportasi dari Nabire menuju Intan Jaya yang cukup tinggi menjadi kendala bagi mahasiswa maupun pelajar untuk mengurus dokumen kependudukan secara langsung di daerah asal.

 

“Kami berharap setiap tahun pada masa libur panjang, Dukcapil dapat membuka pelayanan sementara di Nabire selama satu hingga dua minggu agar mahasiswa dan pelajar bisa mengurus identitas mereka tanpa harus kembali ke Intan Jaya,” katanya.

Baca Juga:  BBM Tiba Lewat Udara, Wujud Nyata Kepedulian Pemprov Papua Tengah untuk Rakyat Paniai, Dogiyai, dan Deiyai

 

Sementara itu, Anggota DPRK Intan Jaya dari Daerah Pemilihan III Biandoga, Aljono Bagau, menegaskan bahwa pihaknya telah menerima berbagai keluhan dari sekitar 40 pelajar asal Maniouwo yang saat ini menempuh pendidikan di Jakarta.

 

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, khususnya Dukcapil, segera mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan persoalan administrasi yang dihadapi para pelajar tersebut.

 

“Anak-anak ini datang dari Jakarta ke Nabire hanya untuk mengurus administrasi kependudukan mereka. Mereka adalah aset Kabupaten Intan Jaya yang harus diperhatikan agar tidak mengalami kesulitan dalam melanjutkan pendidikan,” ujar Aljono.

 

Ia juga mendukung usulan pembukaan layanan Dukcapil di Nabire guna mempermudah masyarakat dan pelajar dalam mengurus berbagai dokumen administrasi.

 

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan siswa asal Kampung Maniouwo, Matius Ayapa, mengungkapkan bahwa sejumlah pelajar menemukan berbagai kesalahan data saat proses perekaman identitas di Jakarta.

 

Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain ketidaksesuaian kode wilayah, kesalahan data identitas, serta dokumen administrasi yang dinilai belum lengkap dan belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar dapat bekerja sama memperbaiki sistem administrasi yang ada sehingga data kami dapat kembali terdaftar dengan benar dan sesuai dengan daerah asal kami,” ujarnya.

 

Para pelajar berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut sehingga proses pendidikan mereka tidak terganggu oleh kendala administrasi kependudukan.

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Umari Terima Bantuan Ternak Babi, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Nilai Adat
DPR Papua Tengah Nilai Pengamanan Aksi di Nabire Sangat Baik , Kapolres Nabire patut di jadikan contoh bagi Kapolres lain
NGERI.!! Beredar chat di salah satu grup ,terkait terafiliasi jaringan mafia togel
Luis Diduga Bos Besar Togel di Nabire, Jaringan Disebut Kuasai Lapangan polres Nabire, Polda Papua Tengah, entah kemana
Polres Mimika Ungkap Peredaran Sabu Sistem Tempel, Residivis Kembali Ditangkap
Wagub Papua Tengah Resmikan Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Rakyat yang Mandiri dan Berkelanjutan
NU Nabire Imbau Warga Tak Terprovokasi Hoaks Jelang Aksi 7 April
ESDM Papua Tengah: LPG dan BBM Tetap Normal, Distribusi Energi Stabil
Berita ini 361 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:58

Gubernur Wakil Pempus di Daerah, ada Aturan Mainnya, Jangan Serang Meluluh.

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:23

Alexander Gobai: Jangan Serang Gubernur Semata, Ada Aturan Mainnya

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:48

Alexander Gobai: Jangan Serang Gubernur Semata, Ada Aturan Mainnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:05

Sebuah video Beredar ,Mengaku Bertanggung Jawab atas Penembakan pilot dan Pesawat.

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:00

Kadin Papua Tengah Apresiasi Ekspor Perdana Ikan Laut, Siap Dorong Pengembangan Sektor Perikanan

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:09

Kadin Papua Tengah Apresiasi Program Sekolah Gratis, Nilai Janji Politik Meki Nawipa Terealisasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 02:42

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah: Hak Tenaga Kesehatan Harus Dipulihkan, Kasus RSUD Nabire Wajib Dituntaskan

Berita Terbaru