Dishub Papua Tengah: Batik Air Jadi Hadiah Lebaran bagi Masyarakat

- Penulis

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, Papua Tengah Papedanews.com Konektivitas transportasi udara di Papua Tengah akan segera bertambah. Maskapai Batik Air dijadwalkan mulai beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire pada 30 Maret 2026, atau setelah perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan membuka rute penerbangan Nabire – Ambon – Jakarta dan sebaliknya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah Ewanggen Kokoya, S.Th., M.Ap mengatakan bahwa rencana masuknya Batik Air merupakan kabar baik bagi masyarakat Papua Tengah karena akan memperluas akses transportasi udara dari Nabire menuju berbagai kota di Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Menurutnya, meskipun penerbangan tersebut mulai beroperasi setelah Lebaran, kehadiran Batik Air tetap dapat dimaknai sebagai hadiah Lebaran bagi masyarakat Papua Tengah, karena membuka konektivitas baru yang selama ini sangat dibutuhkan.

 

“Masuknya Batik Air ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Papua Tengah. Walaupun mulai beroperasi setelah Lebaran, rute Nabire–Ambon–Jakarta dan sebaliknya akan sangat membantu mobilitas masyarakat,” ujar Ewanggen.

 

Ia menjelaskan bahwa rencana operasional penerbangan tersebut telah memperoleh persetujuan slot waktu penerbangan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

 

Persetujuan tersebut tertuang dalam surat dari Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Douw Aturure Nabire kepada PIC Batik Air tertanggal 24 Februari 2026 dengan nomor AU.010/027.2/II/BU.NBR-2026.

 

Dalam surat tersebut, pihak bandara menyetujui permohonan slot waktu untuk dua penerbangan baru menggunakan pesawat Airbus A320.

Baca Juga:  Ketua Umum KONI Papua Tengah Turun Lantik pengurus Koni Puncak Definitif

 

Penerbangan pertama dengan kode ID 6174 melayani rute Ambon (AMQ) – Nabire (NBX) dengan jadwal keberangkatan 22.10 UTC dan estimasi tiba 23.55 UTC. Penerbangan ini akan beroperasi mulai 29 Maret hingga 23 Oktober 2026 pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

 

Sementara itu, penerbangan kedua dengan kode ID 6175 melayani rute Nabire (NBX) – Ambon (AMQ) dengan jadwal keberangkatan 00.35 UTC dan estimasi tiba 02.10 UTC. Penerbangan ini dijadwalkan beroperasi mulai 30 Maret hingga 24 Oktober 2026 pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

 

Dengan adanya rute ini, masyarakat Nabire dapat melanjutkan perjalanan dari Ambon menuju Jakarta dan kota-kota besar lainnya, sehingga akses transportasi dari Papua Tengah ke wilayah Indonesia bagian barat menjadi lebih mudah.

 

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, pembukaan rute penerbangan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi, perdagangan, dan pariwisata di Papua Tengah.

 

Bagi masyarakat Nabire dan wilayah sekitarnya, kehadiran Batik Air tidak sekadar menambah pilihan maskapai penerbangan, tetapi juga membuka peluang konektivitas yang lebih luas. Kehadiran rute baru ini menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan dan memperkuat hubungan Papua Tengah dengan berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 325 kali dibaca
Tag :

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru