Nabire papua tengah papedanews.com Muhammad Irpan secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) serta seluruh pihak yang merasa terganggu atau dirugikan atas penyampaian informasi yang sebelumnya ia sampaikan dalam sebuah forum grup.
Irpan mengakui, penyampaian tersebut kemudian menimbulkan kegaduhan dan berbagai persepsi di tengah masyarakat. Atas hal tersebut, ia memilih untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan informasi yang telah berkembang sebagai bentuk tanggung jawab pribadi.
“Saya dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf kepada Satgas PKH dan seluruh pihak yang mungkin merasa terganggu atau dirugikan atas penyampaian saya sebelumnya. Saya tidak bermaksud menuduh, menyudutkan, apalagi memberikan penilaian terhadap pihak tertentu,” ujar Irpan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, setelah melakukan penelusuran dan pendalaman informasi serta berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait, diperoleh penjelasan bahwa rekaman yang sebelumnya disampaikan tersebut merupakan bagian dari dugaan atau praduga yang disampaikan oleh seorang pengusaha tambang
Dengan demikian, Irpan menyadari bahwa informasi tersebut tidak seharusnya disampaikan seolah-olah telah menjadi sebuah fakta yang terbukti.
“Saya menyadari bahwa dalam menyampaikan sebuah informasi, terutama yang menyangkut kepentingan publik dan nama baik pihak lain, diperlukan kehati-hatian serta verifikasi yang cukup. Untuk itu, saya mohon maaf apabila penyampaian saya sebelumnya menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.
Menurut Irpan, klarifikasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mencari pembenaran, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab untuk meluruskan informasi yang telah terlanjur berkembang.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah memberikan penjelasan dan klarifikasi sehingga persoalan tersebut dapat dilihat secara lebih proporsional.
“Saya menerima ini sebagai pembelajaran bagi diri saya. Tidak ada manusia yang luput dari kekurangan. Yang terpenting adalah berani mengakui ketika ada penyampaian yang perlu diluruskan dan berusaha memperbaikinya,” tutur Irpan.
Ke depan, Irpan berkomitmen untuk lebih mengedepankan prinsip kehati-hatian, verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik dalam setiap penyampaian informasi kepada masyarakat.
Ia berharap permohonan maaf dan klarifikasi tersebut dapat meluruskan informasi yang berkembang serta mengakhiri kesalahpahaman yang muncul.
“Saya berharap Satgas PKH dan seluruh pihak dapat menerima permohonan maaf ini. Saya menyampaikannya dengan tulus dan tanpa maksud lain. Bagi saya, menjaga kepercayaan masyarakat dan menghormati pihak lain jauh lebih penting daripada mempertahankan sebuah penyampaian yang ternyata masih membutuhkan pendalaman,” pungkasnya.



















