Wagub Deinas Geley Ajak Bupati se-Papua Tengah Fokus Atasi Masalah Gizi”

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 13:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews com Pangan lokal dianggap sebagai pilihan utama dalam melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.Di lansir media detikpapua.com

Hal itu dikatakan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana ketika melalukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Papua Tengah sekaligus untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) Badan Gizi Nasional di lingkungan Pemerintah Provinsi Ppaua Tengah berlangsung di Aula Guest House Nabire, pada Seni,n (11/8/2025).

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dadan Hindayana meminta pemerintah daerah setempat dpaat meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya melalui program MBG termasuk satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tepat sehingga penerima manfaat bisa tepat sasaran.

 

“Mohon bantuannya agara program ini bisa selesai dengan cepat dan kami menargetkan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi sudah bisa selesai di akhir oktober ,sehingga desember awal para penerima manfaat bisa menerimanya,” kata Didin.

 

Ia juga menambahkan para pengelola SPPG yang bertugas nanti khususnya di Papua Tengah diharapkan merupakan warga lokal ia juga berharap program tersebut bisa meningkatkan produktivitas wilayah.

 

“Karna kami ingin membuat menu yang sesuai dengan potensi sumber daya lokal. Kami ingin lewat program ini adanya peternak, petani, ataupun nelayan lokal bisa berkembang,” ujarnya.

 

Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, menyebutkan pihaknya sangat mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui beberapa langkah strategis.

 

“Kami terus berkomiten dan mengajak seluruh Bupati untuk menjadikan penanganan gizi sebagai prioritas utama, kita akan optimalkan anggaran, serta melibatkan masyarakat lokal,” kata Geley.

 

Menurut Geley, masalah gizi masih menjadi tantangan besar di provinsi Papua Tengah. Oleh sebab itu, rakor tersebut menjadi momentum yang sangat krusial. “Ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk menyatukan langkah, selaraskan dan memperkuat kolaborasi,” ucapnya.

Baca Juga:  Bulog Nabire Siap Serap Hasil Panen Petani dalam Program Penanaman Jagung Nasional

 

Dalam upaya mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia, lanjut Geley, Pemprov Papua Tengah telah mengambil langkah strategis, diantaranya telah menunjuk salah satu pejabat eselon II untuk menangani program prioritas Presiden ini.

 

“Kami juga telah membentuk kelompok kerja makan bergizi gratis yang diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah. Melakukan koordinasi insentif dengan kepala BGN Regional

 

Papua Tengah untuk mempercepat penambahan titik dapur sehat,” katanya.

 

Mantan Wakil Bupati Puncak Jaya ini mengatakan, pihaknya telah menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, melakukan pemetaan lokasi sekolah sebagai dasar pertimbangan penetapan lokasi dapur sehat.

 

“Perkembangan MBG setiap kabupaten se wilayah Papua Tengah, di Mimika mitra BGN sudah mencapai 98 persen, namun Dinas Pendidikan belum menetapkan penerima manfaat,” ucapnya.

 

Kabupaten Nabire, lanjut dia, SPPG sudah tersedia tetapi belum ada mitra yang lolos verifikasi dan validasi. Sementara Paniai, Intan Jaya dan Dogiyai baik SPPG maupun mitra belum tersedia, sehingga belum ada kemajuan dalam pelaksanaan program MBG.

 

Di Puncak sudah berjalan selama dua hari namun terhenti lantaran adanya penolakan dari pihak sekolah. Kalau di Deiyai sudah ada SPPG tapi belum ada mitra yang mengajukan permohonan.

 

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh Bupati se Papua Tengah agar berkomitmen penuh dan menjadi masalah gizi sebagai prioritas utama,” ucapnya.

Ia mengajak, pihaknya sangat optimalkan anggaran, libatkan masyarakat, serta dorong inovasi lokal untuk menemukan solusi yang tepat dan berkelanjutan. Sebab penanganan gizi ini tidak bisa diselesaikan oleh satu atau dua pihak, melainkan memerlukan peran aktif dari berbagai elemen. (Red

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru