Polres Nabire Kerahkan 460 Personel Amankan Aksi Massa di Enam Titik Strategis

- Penulis

Minggu, 6 April 2025 - 23:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Nabire, Papedanews.com – Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan sebanyak 460 personel untuk mengamankan aksi massa yang direncanakan berlangsung di sejumlah titik strategis di wilayah kota. Pengamanan difokuskan pada enam lokasi utama, yakni Hotel Adamant, Pasar Karang, Pasar Kalibobo, Jalan Kusuma Bangsa, RSUD Nabire, dan Hotel Mahavira.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis namun tetap tegas dalam penegakan hukum. “Kita pastikan semua personel siap, tidak ada yang tercecer, dan setiap pergerakan di lapangan harus termonitor secara ketat,” ujar AKBP Tatiratu,(7/4/2025).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres menginstruksikan pelaksanaan razia terhadap barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dan senjata tradisional. Ia menekankan agar razia dilakukan secara humanis dan penuh etika. “Sampaikan salam, sampaikan tujuan pemeriksaan dengan baik. Namun tetap waspada dan pastikan ada anggota yang memback-up rekan saat razia berlangsung,” jelasnya.

Setiap titik pengamanan ditugaskan satu operator dokumentasi yang bertanggung jawab penuh atas pengambilan foto dan video. Hasil dokumentasi akan diserahkan ke kabag OPS Polres Nabire. Dukungan dokumentasi dari unsur TNI juga diminta untuk memperkuat pelaporan visual di lapangan.

Baca Juga:  Ketua relawan BHINEKA TUNGGAL IKA berserta perwakilan tim siap mengikuti kampanye Akbar MEGE

Kapolres mengingatkan pentingnya menyesuaikan pola tindakan berdasarkan eskalasi di lapangan. Jika massa mulai bergerak keluar lorong menuju jalan utama, personel diminta membentuk barikade dengan bergandengan tangan. “Kita tidak melarang penyampaian pendapat, tapi yang tidak kita izinkan adalah long march karena mengganggu ketertiban umum,” tegas AKBP Tatiratu.

Apabila massa melakukan dorongan atau pelemparan, personel diminta untuk mundur secara taktis dan segera melaporkan situasi ke komando atas. Penggunaan gas air mata, water cannon, atau tembakan peringatan hanya dapat dilakukan atas komando langsung dari Kapolres atau pejabat yang ditunjuk.

“Semua tindakan harus terukur, tidak membabi buta. Saya yang akan ambil keputusan akhir, dan apabila diperlukan, akan saya koordinasikan langsung dengan Bapak Kapolda,” tegasnya.

Polres Nabire mengingatkan bahwa kehadiran aparat di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Aksi penyampaian pendapat diperbolehkan selama dilakukan secara damai dan tidak mengganggu fasilitas umum.

“Jalan raya adalah milik masyarakat umum, bukan kelompok tertentu saja. Mari kita jaga bersama ketertiban dan kedamaian di Nabire,” tutup Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu.

Berita Terkait

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?
Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:07

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:49

Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:53

Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Berita Terbaru