Nabire Papua Tengah papedanews.com Arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk mengimplementasikan kebijakan nasional, khususnya di sektor pendidikan, sejatinya telah lebih dahulu diwujudkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Program Sekolah Gratis yang digagas Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Keputusan Gubernur Papua Tengah Nomor 100.3.3.1/259 Tahun 2025 tentang Program Sekolah Gratis, yang ditandatangani di Nabire pada 3 Oktober 2025.
Bagi Gubernur Meki Nawipa, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan Papua Tengah. Karena itu, pemerintah provinsi menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan, berdampingan dengan peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pembangunan di Papua Tengah harus menyentuh masyarakat akar rumput, dengan fokus pada pendidikan gratis, peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur pedalaman, serta penguatan kerja sama lintas kabupaten,” ujar Gubernur Meki Nawipa dalam berbagai kesempatan.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus melahirkan generasi Papua Tengah yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Program Sekolah Gratis menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi, sejalan dengan amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Selain meringankan beban biaya pendidikan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu menekan kesenjangan sosial dan ekonomi, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai modal utama pembangunan daerah.
Program Sekolah Gratis diberlakukan bagi seluruh satuan pendidikan tingkat SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, meliputi:
- Kabupaten Nabire: SMA negeri dan swasta, SMK, SLB, serta asrama pelajar.
- Kabupaten Mimika: SMA dan SMK negeri maupun swasta, serta SLB Negeri Mimika.
- Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Paniai: SMA, SMK, serta dukungan pembiayaan asrama putra dan putri.
- Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya: seluruh satuan pendidikan SMA dan SMK.
Seluruh pembiayaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Tengah.
Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori sekolah dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, dengan kisaran Rp1 juta hingga Rp10 juta per siswa per tahun, termasuk dukungan khusus bagi sekolah berasrama yang disesuaikan dengan jumlah peserta didik dan harga satuan di masing-masing sekolah.
Pelaksanaan program berada di bawah pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Keputusan Gubernur tersebut mulai berlaku sejak 3 Oktober 2025 dan menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas di Papua Tengah.
Implementasi Program Sekolah Gratis menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendukung arah kebijakan nasional di bidang pendidikan yang kini menjadi salah satu fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Meski telah berjalan lebih dahulu di Papua Tengah, semangat yang diusung memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan pemerataan layanan, dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Selain menghadirkan Program Sekolah Gratis, Gubernur Meki Nawipa juga mengajak seluruh kepala daerah di delapan kabupaten di Papua Tengah untuk memperkuat kolaborasi lintas wilayah dalam berbagai sektor strategis, terutama pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi muda Papua Tengah yang cerdas, sehat, berkarakter, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global. (*)


















