Anak Tidak Sekolah di Papua Tengah Turun 74 Ribu, Ini Strategi Pemprov

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 18:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mengintensifkan berbagai program untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi termuda di Tanah Papua tersebut.

Komitmen itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pendampingan Perencanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan, Implementasi Program Penanganan ATS, dan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura pada 28–30 Mei 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, SE, mengatakan penanganan ATS menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi geografis, ekonomi maupun latar belakang budaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendidikan adalah hak semua anak tanpa memandang kondisi geografis, ekonomi maupun latar belakang budaya. Karena itu kami terus mencari solusi yang tepat sesuai kondisi Papua Tengah,” ujar Nurhaidah.

Ia menjelaskan, di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menjalankan berbagai program strategis untuk memperluas akses pendidikan dan mencegah anak putus sekolah.

Program tersebut meliputi sekolah gratis bagi siswa SMP, SMA, SMK, dan SLB, bantuan pendidikan berpola asrama, Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH), hingga penempatan Guru Mapega di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dan bantuan pendidikan tinggi untuk memastikan peserta didik tetap melanjutkan pendidikan.

Baca Juga:  Inovator Dan Inspirator Pendidikan Cinta Papua Dan Dedikasi Di Balik Sekolah Inklusi Matahari Nabire

Pada 2025, Pemprov Papua Tengah membiayai operasional 132 SMA, SMK, dan SLB. Sementara pada 2026, cakupan program diperluas dengan menambahkan 148 SMP, sehingga total penerima manfaat mencapai lebih dari 53 ribu siswa.

Untuk mengatasi keterbatasan tenaga pendidik, pemerintah juga memperkuat distribusi guru di wilayah pedalaman. Sebanyak 274 Guru Mapega telah ditempatkan pada 2025 dan jumlahnya ditingkatkan menjadi 500 guru pada 2026.

Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pengajar terus dilakukan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga kompetensi guru di Papua Tengah semakin meningkat.

Berbagai kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, jumlah Anak Tidak Sekolah berhasil ditekan dari 205.764 anak pada 2024 menjadi 131.118 anak per April 2026.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar dua tahun, jumlah ATS di Papua Tengah berkurang sekitar 74.646 anak, sebuah capaian yang menunjukkan efektivitas kolaborasi pemerintah bersama sekolah, yayasan pendidikan, dan berbagai mitra pembangunan.

“Penurunan ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, sekolah, yayasan pendidikan dan seluruh mitra yang terlibat dalam percepatan penanganan ATS di Papua Tengah,” kata Nurhaidah.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen terus memperluas akses pendidikan yang merata hingga ke daerah terpencil. Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak anak Papua Tengah kembali bersekolah dan memperoleh pendidikan yang layak sebagai bekal membangun masa depan daerah. (*)

Berita Terkait

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Pemprov Papua Tengah Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Program Sekolah Sepanjang Hari
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
317 Mahasiswa Puncak Berangkat Kuliah, Meki Nawipa: Investasi Masa Depan Papua Tengah
Pesan Mendalam di Penamatan Siswa Sekolah Genius: Karakter dan Ilmu Kunci Kemajuan Papua Tengah
Lomba Bertutur Cerita Rakyat Papua Tengah Digelar, Upaya Nyata Lestarikan Budaya Generasi Muda
Sejarah Baru di Papua Tengah, Matahari Difable Centre Nabire Resmi Dibuka sebagai Pusat Rujukan Inklusi Pertama di Tanah Papua
Program Sekolah Gratis Papua Tengah Selaras Arahan Presiden Prabowo, Gubernur Meki Nawipa Fokus Bangun SDM Unggul
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru