Pemprov Papua Tengah Dorong Layanan Bantuan Hukum Inklusif, Warga Miskin dan Kelompok Rentan Jadi Fokus Utama

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah Papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan hukum yang adil dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat. Melalui penguatan pendampingan hukum, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat miskin dan kelompok rentan memperoleh perlindungan hukum yang setara sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (*good governance*).

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui Staf Ahli III Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setda Provinsi Papua Tengah, Ukkas S., S.Sos., M.KP saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Hukum bagi Masyarakat Miskin dan Kelompok Rentan di Aula Hotel Carmel, Kalibobo, Nabire, Jumat (24/7/2026).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Ukkas, ditegaskan bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memperoleh akses terhadap layanan hukum karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, maupun minimnya pemahaman mengenai hak-hak hukum.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan layanan bantuan hukum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan,” ujar Ukkas.

Ia menjelaskan, FGD yang diselenggarakan Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan dalam memberikan layanan pendampingan hukum yang profesional, mudah diakses, dan bebas dari diskriminasi.

Baca Juga:  HUT Ke-4 Papua Tengah Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis, Warga Padati Lokasi Pemeriksaan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga menaruh perhatian khusus kepada perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, korban kekerasan, serta masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil agar memperoleh pendampingan hukum secara adil dan setara.

Menurut Ukkas, keberhasilan pelayanan bantuan hukum tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dengan lembaga bantuan hukum, perguruan tinggi, organisasi profesi, lembaga adat, serta organisasi kemasyarakatan agar layanan hukum dapat menjangkau hingga ke tingkat distrik dan kampung.

Melalui forum diskusi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret untuk memperkuat sistem bantuan hukum di daerah. Mulai dari penyediaan informasi hukum yang mudah dipahami masyarakat, peningkatan layanan konsultasi, penyederhanaan mekanisme pengaduan, hingga penguatan jaringan pendampingan hukum di wilayah-wilayah terpencil.

FGD ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam memperluas akses keadilan bagi seluruh masyarakat Papua Tengah, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, berkeadilan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Berita Terkait

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya
DK Donat Gunung Batu Curi Perhatian Pecinta Kuliner, Pelanggan Asal Papua Puji Kelembutan dan Variasi Topping
Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan
Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:18

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:34

Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Berita Terbaru