Wagub Papua Tengah Kenakan Busana Adat Lani di HUT RI ke-81, Pesan Persatuan dari Puncak Jaya

- Penulis

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, PAPUA TENGAH PAPEDANEWS.COM Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nabire, Senin (17/8/2026), berlangsung dengan nuansa berbeda. Di tengah suasana upacara yang penuh khidmat, Wakil Gubernur Papua Tengah, *Deinas Geley, S.Sos., M.Si, tampil mengenakan busana adat Suku Lani dari wilayah Puncak Jaya.

Penampilan tersebut langsung menjadi perhatian masyarakat yang hadir di lapangan. Deinas tidak mengenakan pakaian formal pemerintahan seperti biasanya, melainkan tampil dengan atribut adat yang sarat makna budaya.

Busana tersebut dilengkapi penutup kepala bernuansa hitam dengan hiasan bulu kasuari dan ornamen bulu cenderawasih, kalung manik-manik, taring babi, serta selempang tenun dengan warna dan motif khas masyarakat pegunungan Papua.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wajah Deinas juga dihiasi corak hitam sebagai bagian dari simbol adat. Di tangannya tampak busur dan anak panah yang menjadi salah satu perlengkapan tradisional masyarakat pegunungan Papua.

 

Pilihan busana adat tersebut bukan sekadar penampilan dalam sebuah upacara kenegaraan. Kehadiran simbol-simbol budaya Lani di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI membawa pesan tentang penghormatan terhadap identitas masyarakat adat sekaligus keberagaman Papua Tengah.

 

Papua Tengah merupakan provinsi yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Karena itu, tampilnya identitas Lani dalam momentum nasional dapat dimaknai sebagai bagian dari upaya memberi ruang yang setara bagi budaya lokal dalam kehidupan pemerintahan dan kebangsaan.

Baca Juga:  Tokoh Pemuda Mamberamo, Simeon Yadeu, Imbau Warga Waroki Jaga Kondusifitas Menjelang Natal dan Tahun Baru

 

Dari Puncak Jaya ke Nabire, adat Lani hadir di panggung perayaan kemerdekaan.

 

Busur dan anak panah yang dibawa Deinas tidak harus dimaknai sebagai simbol peperangan. Dalam konteks budaya dan momentum kemerdekaan, perlengkapan tersebut dapat dipandang sebagai representasi keberanian, kesiapan, serta tanggung jawab untuk menjaga masyarakat dan tanah yang dipercayakan kepada seorang pemimpin.

 

Sementara hiasan kepala, kalung, dan selempang adat menjadi pengingat bahwa kemajuan Papua tidak harus menghapus identitas budaya masyarakatnya.

 

Simbol Persatuan Papua Tengah

 

Penampilan Deinas juga menyampaikan pesan bahwa keberagaman budaya bukan penghalang untuk membangun persatuan.

 

Di satu sisi terdapat simbol-simbol kenegaraan berupa Merah Putih dan upacara resmi HUT Kemerdekaan RI. Di sisi lain, hadir identitas budaya Lani yang dibawa seorang pejabat pemerintahan daerah.

 

Keduanya bertemu dalam satu ruang: Indonesia dan Papua, kebangsaan dan adat, pemerintahan dan masyarakat.

 

Pesan tersebut menjadi semakin penting bagi Papua Tengah sebagai provinsi yang masih relatif muda. Pembangunan daerah membutuhkan rasa memiliki dari seluruh masyarakat, termasuk penghormatan terhadap identitas budaya masing-masing suku.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 219 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru