KOHARUSEHAT Dibawa ke Forum Nasional, Papua Tengah Cari Terobosan Layanan Kesehatan 3T

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mencari terobosan untuk mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah KOHARUSEHAT,yang dipaparkan dalam Leimena Conference 2026 di Sasana Widya BRIN, Jakarta, 27–29 Juli 2026.

KOHARUSEHAT dikembangkan sebagai strategi transformasi layanan kesehatan primer dengan pendekatan preventif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus menjawab tantangan geografis dan keterbatasan tenaga kesehatan di Papua Tengah.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi BANGKIT Papua Tengah yang diusung Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, khususnya dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan pembangunan kesehatan di Papua Tengah menghadapi tantangan yang tidak sederhana.

Selain kondisi geografis yang sulit dijangkau, pelayanan kesehatan juga menghadapi tantangan keamanan serta kondisi sosial dan budaya masyarakat yang beragam.

Data yang disampaikan dalam forum tersebut menunjukkan dari **150 Puskesmas**, baru **18 Puskesmas atau sekitar 12 persen** yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan wajib secara lengkap.

Baca Juga:  Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks

Kesenjangan tenaga medis juga masih terlihat dari jumlah Puskesmas yang belum memiliki dokter. Sekitar **44,7 persen Puskesmas belum memiliki dokter umum**, sementara **84,7 persen belum memiliki dokter gigi**.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus melakukan pembenahan. Sebanyak **127 Puskesmas telah teregistrasi**, dengan **73 Puskesmas di antaranya telah terakreditasi**.

Menurut dr. Agus, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk terus mendorong inovasi pelayanan yang sesuai dengan karakteristik Papua Tengah.

Melalui KOHARUSEHAT, pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga memperkuat pencegahan, deteksi dini, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

Paparan KOHARUSEHAT di tingkat nasional menjadi momentum bagi Papua Tengah untuk menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah 3T tidak harus menjadi penghalang bagi lahirnya inovasi pelayanan kesehatan.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pendekatan tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara bertahap, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru