JAKARTA papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mencari terobosan untuk mengatasi kesenjangan pelayanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah KOHARUSEHAT,yang dipaparkan dalam Leimena Conference 2026 di Sasana Widya BRIN, Jakarta, 27–29 Juli 2026.
KOHARUSEHAT dikembangkan sebagai strategi transformasi layanan kesehatan primer dengan pendekatan preventif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Program ini diarahkan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus menjawab tantangan geografis dan keterbatasan tenaga kesehatan di Papua Tengah.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari implementasi visi BANGKIT Papua Tengah yang diusung Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, khususnya dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan pembangunan kesehatan di Papua Tengah menghadapi tantangan yang tidak sederhana.
Selain kondisi geografis yang sulit dijangkau, pelayanan kesehatan juga menghadapi tantangan keamanan serta kondisi sosial dan budaya masyarakat yang beragam.
Data yang disampaikan dalam forum tersebut menunjukkan dari **150 Puskesmas**, baru **18 Puskesmas atau sekitar 12 persen** yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan wajib secara lengkap.
Kesenjangan tenaga medis juga masih terlihat dari jumlah Puskesmas yang belum memiliki dokter. Sekitar **44,7 persen Puskesmas belum memiliki dokter umum**, sementara **84,7 persen belum memiliki dokter gigi**.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus melakukan pembenahan. Sebanyak **127 Puskesmas telah teregistrasi**, dengan **73 Puskesmas di antaranya telah terakreditasi**.
Menurut dr. Agus, kondisi tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk terus mendorong inovasi pelayanan yang sesuai dengan karakteristik Papua Tengah.
Melalui KOHARUSEHAT, pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya berorientasi pada penanganan penyakit, tetapi juga memperkuat pencegahan, deteksi dini, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.
Paparan KOHARUSEHAT di tingkat nasional menjadi momentum bagi Papua Tengah untuk menunjukkan bahwa keterbatasan wilayah 3T tidak harus menjadi penghalang bagi lahirnya inovasi pelayanan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pendekatan tersebut dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara bertahap, sehingga masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah memperoleh akses pelayanan kesehatan yang lebih merata, berkualitas, dan berkelanjutan.



























