Kapolri Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026, Razia Digelar di Seluruh Daerah

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta papedanewsm.com Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi melarang penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2025 ke 2026. Larangan ini ditegaskan langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk keprihatinan nasional atas bencana besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

 

Keputusan tersebut sekaligus menandai perayaan Tahun Baru 2026 yang akan berlangsung dalam suasana lebih sederhana, khidmat, dan penuh empati, tanpa hingar-bingar pesta kembang api yang selama ini menjadi tradisi di berbagai kota besar.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Yang jelas dari Mabes Polri, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di penutupan tahun,” ujar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (23/12/2025), seperti dikutip dari Antara

 

Razia Diserahkan ke Polda, Penindakan Disesuaikan Kondisi Daerah

Kapolri menjelaskan, teknis pelaksanaan razia serta pemberian sanksi terhadap pelanggaran larangan kembang api diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian daerah (Polda) di masing-masing wilayah. Setiap daerah diminta menyesuaikan langkah pengamanan dengan kondisi sosial dan potensi gangguan kamtibmas di wilayahnya.

“Kami serahkan teknis razia dan langkah-langkah penegakan hukumnya kepada Polda masing-masing, tentu dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis,” ujar Sigit.

Langkah ini diambil untuk memastikan perayaan malam tahun baru tidak menimbulkan risiko keamanan, kebakaran, maupun gangguan ketertiban, sekaligus menjaga sensitivitas publik di tengah duka nasional.

Baca Juga:  Polres nabire ungkap kasus pencurian motor, Empat pelaku di Ringkus lima belas motor Di Amankan

 

Ajak Masyarakat Isi Tahun Baru dengan Doa dan Kepedulian

Lebih jauh, Kapolri mengimbau masyarakat agar mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan bernilai sosial. Ia menekankan pentingnya membangun empati kolektif terhadap ribuan warga Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor.

“Kami tidak memberikan rekomendasi penggunaan kembang api akhir tahun karena kita tahu situasi saat ini. Kita semua sedang merasakan suasana kebatinan yang sama dan bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” tuturnya.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi pesan moral bahwa euforia berlebihan dinilai tidak selaras dengan kondisi nasional yang sedang berduka.

 

234 Ribu Personel Disiagakan Selama Nataru

Dalam rangka pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polri mengerahkan kekuatan besar. Sebanyak 234.000 personel disiagakan di seluruh Indonesia untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat serta stabilitas keamanan.

Ratusan ribu personel itu akan ditempatkan di berbagai titik strategis, mulai dari pos pelayanan, pos pengamanan, hingga pos terpadu yang tersebar di jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, terminal, pelabuhan, dan bandara.

Untuk pos terpadu, Polri menggandeng berbagai instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), TNI, serta unsur pemerintah daerah.

“Sehingga dalam pelaksanaannya, semua kegiatan bisa terintegrasi dan tercipta sinergisitas dalam menghadapi berbagai potensi permasalahan selama masa Nataru,” jelas Kapolri.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 201 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru