Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Penanganan dugaan kasus korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire kembali menjadi sorotan publik. Perkara yang disebut telah bergulir kurang lebih dua tahun itu hingga kini belum memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

 

Desakan agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire segera membuka perkembangan perkara tersebut disampaikan salah satu tokoh pemuda, Rexsi Rumakiek Ia mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus yang menjadi perhatian masyarakat Nabire tersebut.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rexsi Rumakiek menilai, lamanya proses penanganan perkara tanpa adanya pengumuman tersangka menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Terlebih, pergantian pimpinan di lingkungan Kejaksaan Negeri Nabire disebut telah beberapa kali terjadi, namun kasus RSUD Nabire belum juga menemukan titik terang.

 

“Jangan sampai masyarakat menilai Kejaksaan Nabire seperti masuk angin. Sudah beberapa kali pergantian Kepala Kejaksaan, tetapi sampai sekarang belum jelas siapa yang menjadi tersangka dan siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus RSUD Nabire,” ujar Rexsi.

 

Menurut Rexsi, masyarakat tidak membutuhkan sekadar informasi bahwa perkara masih dalam proses. Publik membutuhkan transparansi mengenai sejauh mana proses hukum telah berjalan dan apa yang menjadi kendala sehingga perkara tersebut belum juga memiliki kepastian.

Baca Juga:  Tak butuh waktu lama , polres nabire berhasil ungkap kasus curanmor

 

Ia meminta Kejari Nabire tidak membiarkan dugaan kasus tersebut terus berlarut-larut tanpa penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

 

“Kalau memang ditemukan bukti yang cukup dan ada pihak yang harus bertanggung jawab, segera proses sesuai hukum. Jangan biarkan kasus ini terus menggantung karena masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganannya,” tegasnya.

 

Rexsi juga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan independen dalam mengusut dugaan penyimpangan di RSUD Nabire. Menurutnya, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada proses pemeriksaan, tetapi harus memberikan kepastian berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Sorotan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Kejari Nabire untuk menjawab keresahan publik terkait perkembangan perkara RSUD Nabire. Apabila penyidik telah mengantongi bukti yang cukup, masyarakat berharap proses hukum segera ditingkatkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila masih terdapat kendala dalam penyidikan, publik juga berhak mendapatkan penjelasan yang jelas dan terukur.

 

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih melakukan konfirmasi kepada Kejaksaan Negeri Nabire untuk memperoleh penjelasan resmi mengenai perkembangan penanganan dugaan kasus RSUD Nabire, termasuk mengenai status perkara dan pihak-pihak yang telah diperiksa.

Berita Terkait

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya
DK Donat Gunung Batu Curi Perhatian Pecinta Kuliner, Pelanggan Asal Papua Puji Kelembutan dan Variasi Topping
Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan
Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan
Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T
Berita ini 181 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:18

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Semua Pihak Jaga Keamanan Tolikara dan Puncak Jaya

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:34

Cuanki Anugerah Gunung Batu Jadi Favorit Pecinta Kuliner, Pelanggan Sebut Rasanya Lezat dan Bikin Ketagihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:39

Sariater Hadirkan Pengalaman Wisata Tak Terlupakan, Mila dan Micci: Tempatnya Nyaman dan Sangat Menyenangkan

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

Berita Terbaru