Anak Asli Makimi Protes Narasi “Masyarakat Lapar” dalam Demo di DPRK Nabire

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 06:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE PAPUA TENGAH PAPEDANEWS.COM Pernyataan yang menyebut “masyarakat Makimi lapar” dalam aksi demonstrasi di DPRK Kabupaten Nabire, Jumat (18/9/2026), mendapat keberatan dari salah satu warga yang mengaku sebagai anak asli Kampung Makimi, Yulius Wopairi.

‎Pernyataan tersebut disampaikan Yulius melalui video yang diterima dan dipublikasikan oleh PAPUAPOS TV. Dalam video itu, Yulius secara khusus meminta agar penggunaan narasi *“masyarakat Makimi lapar”* diklarifikasi karena menurutnya tidak tepat jika pernyataan tersebut digunakan untuk menggambarkan seluruh masyarakat Makimi.

‎

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎“Saya mohon tolong diklarifikasikan bahasa Makimi, masyarakat Makimi lapar. Saya percaya bahwa Makimi tidak pernah lapar. Makimi itu ada di dalam tempat yang diberkati Tuhan luar biasa,” ujar Yulius dalam video tersebut.

‎

‎Yulius juga mempertanyakan penggunaan nama masyarakat Makimi dalam aksi yang berkaitan dengan persoalan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Menurutnya, sikap atau kepentingan pihak tertentu tidak serta-merta dapat disebut sebagai suara seluruh masyarakat.

‎

‎“Saya pikir kami masyarakat Makimi tidak terlalu antusias dan tidak terlalu terlibat di dalam perusahaan-perusahaan tersebut. Jangan karena oknum pribadi terus kita menjadikan seluruh masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Rencana Demo di DPRP Papua Tengah Tak Diizinkan, 460 Personel Disiagakan

‎

‎Ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi di ruang publik tidak dilakukan dengan mengatasnamakan seluruh masyarakat apabila belum terdapat kesepakatan atau keterwakilan yang jelas.

‎

‎“Jangan atas namakan masyarakat untuk menyampaikan orasi-orasi yang nanti akan merusak kebersamaan kita, apalagi khusus untuk kami anak-anak Makimi,” tegasnya.

‎

‎Di akhir video, Yulius mengajak masyarakat untuk mengedepankan kejujuran dalam bekerja serta menjaga kebersamaan di tengah perbedaan pandangan.

‎

‎“Saya berbicara atas nama anak asli Kampung Makimi. Bekerjalah dengan jujur sehingga setiap kita bisa melakukan pekerjaan yang baik,” tutupnya.

‎

‎PAPEDANEWS mencatat, pernyataan Yulius tersebut merupakan pandangan yang disampaikannya secara pribadi dalam video yang diterima PAPUAPOS TV. Sementara itu, pihak penanggung jawab aksi demonstrasi di DPRK Nabire yang menggunakan narasi terkait masyarakat Makimi belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diterbitkan.

‎

‎PAPEDANEWS membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang berkaitan dengan aksi tersebut agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara berimbang.

‎

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru