Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bekies Sony Kogoya Tekankan Pendekatan Kemanusiaan di Tengah Konflik Puncak dan Puncak Jaya

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 09:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Tengah Papedanews.com Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya, menegaskan bahwa persoalan konflik yang terjadi di Kabupaten Puncak dan Puncak Jaya harus dilihat dari sudut pandang kemanusiaan, bukan semata-mata kepentingan ideologi maupun kepentingan kelompok tertentu.

 

Dalam keterangannya kepada publik, Bekies menyampaikan bahwa situasi yang terjadi saat ini memperlihatkan adanya perbedaan kepentingan antara pihak-pihak yang berkonflik, baik kelompok bersenjata maupun aparat negara. Namun di tengah situasi tersebut, masyarakat sipil menjadi pihak yang paling dirugikan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“KKB berjalan dengan ideologi mereka sendiri, sementara aparat negara menjalankan tugas dengan visi negara. Tetapi masyarakat tetaplah masyarakat, mereka tidak tahu apa-apa dan tidak terlibat dalam kepentingan tersebut,” ujarnya.

 

Ia menegaskan bahwa kehadiran DPR, MRP, pemerintah daerah, serta seluruh elemen yang terlibat dalam hearing dialog hari ini semata-mata untuk memikirkan keselamatan dan nasib masyarakat sipil yang terdampak.

 

“Hari ini kami semua berkumpul, baik dari DPR, MRP, maupun seluruh elemen, hanya berpikir tentang kemanusiaan. Karena mereka yang jadi korban ini tidak tahu apa-apa,” tegasnya.

 

Bekies juga mengingatkan bahwa Tanah Papua adalah tanah yang diberkati Tuhan dan bukan wilayah kosong tanpa kehidupan. Oleh karena itu, setiap manusia yang hidup di atasnya memiliki hak untuk hidup, berkembang, dan menjalankan kehidupannya dengan damai.

 

“Tanah ini diberkati Tuhan. Ini bukan tanah kosong. Tuhan ciptakan manusia di atas tanah ini untuk hidup, bernafas, berkembang, dan memuliakan-Nya. Tidak ada manusia yang berhak menghilangkan nyawa manusia lain,” ungkapnya dengan tegas.

Baca Juga:  Ini tanggapan direktur rsud Nabire, terkait rujukan pasien korban kerusuhan di puncak jaya

 

Ia menekankan bahwa kehidupan manusia adalah milik Tuhan, sehingga tidak boleh direnggut oleh kepentingan apapun.

 

“Nafas hidup itu milik Tuhan. Kita tidak bisa mengambilnya dengan cara-cara kekerasan. Jika itu dilakukan, maka ada konsekuensi moral dan hukum yang akan dihadapi,” lanjutnya.

 

Selain itu, Bekies juga memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di Puncak serta Puncak Jaya yang telah mengambil langkah-langkah nyata dalam penanganan dampak konflik, termasuk kunjungan langsung ke lapangan dan penyaluran bantuan kepada para pengungsi.

 

“Kami berterima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, serta pemerintah daerah yang sudah melakukan upaya kemanusiaan, turun langsung dan memberikan bantuan,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa saat ini fokus utama seluruh pihak di parlemen adalah membantu para korban yang tengah menghadapi kesulitan, baik yang berada di lokasi pengungsian maupun yang sedang dirawat di rumah sakit.

 

“Banyak dari mereka hari ini kesulitan makan, kesulitan hidup. Ada yang sedang dirawat di rumah sakit. Ini yang harus kita pikirkan bersama,” jelasnya.

 

Menutup pernyataannya, Bekies Sony Kogoya kembali menegaskan bahwa DPR Papua Tengah akan terus mendorong pendekatan kemanusiaan sebagai prioritas utama dalam menyikapi konflik yang terjadi.

 

“Silakan masing-masing pihak menjalankan kepentingannya, tetapi kami di parlemen hanya fokus pada kemanusiaan. Karena rakyat adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 166 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru