Diduga Milik Akang Salang, Satu Unit Excavator Beroperasi Kelola Tambang Emas Ilegal di Km 74 kiri Lokasi Timur

- Penulis

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah papedanews.com Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di KM 74 Kiri yang di ketahui beroperasi dicomplex Lokasih Timur. Jalan Pemerintah Siriwo,  Kabupaten Nabire, Papua Tengah kembali menuai sorotan publik. Meski berdampak serius terhadap lingkungan praktik ilegal tersebut dilaporkan lama  berlangsung.

 

Warga menyebut, sejumlah lokasi tambang ilegal masih aktif beroperasi, salah satunya di kawasan KM 74 Jalan Pemerintah yang dikenal sebagai tambang Topo, Aktivitas pertambangan disebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari pantauan aparat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Siang dan malam hari

mereka beroperasi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin, (20/02/2026).

 

Kondisi tersebut memicu kecurigaan masyarakat terhadap lemahnya penindakan hukum. Warga menilai tidak adanya tindakan tegas membuat penambangan Ilegal Tanpa Izin (PETI) justru semakin berani dan terkesan mendapat pembiaran.

Baca Juga:  Kasat Reskrim Polres Nabire Jelaskan Kronologis Kematian seorang pria di warkop grilmulyo

 

Desakan pun muncul agar aparat penegak hukum, khususnya Polres Nabire bahkan Polda Papua Tengah segera mengambil langkah nyata untuk segerah menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut.

 

“Harus ada tindakan tegas. Jangan sampai terkesan ada pembiaran. Kalau ini dibiarkan terus, Alam kita bisa rusak,” kata warga lainnya, yang enggan namanya juga disebut.

 

Adapun nama atau Kordinator ataupun Pengusaha Ilegal yang beroperasi diwilayah tersebut yakni Akang Salang. “Terang warga.

 

Menanggapi terkait Aktivitas Penambangan Ilegal tanpa Izin tersebut, Masyarakat bersama Tim investigasi media ini berencana akan segerah melaporkan kepada Pihak Aparat Penegak Hukum baik Polres Nabire, Polda Papua Tengah serta ke Kejari Nabire Sekaligus menyerahkan barang Bukti Foto maupun Video terkait Aktivitas Ilegal tersebut.

Berita Terkait

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak
Berkas Perkara P-21, Polres Nabire Serahkan ABH dan Barang Bukti ke JPU
Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman
Semarak HUT ke-81 RI, Kepala Suku Besar Woa Gerki Waibusi Gelar Berbagai Kegiatan di Nabire
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:23

Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:42

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:01

Petrus Tekege Apresiasi Subsidi Penerbangan Pemprov Papua Tengah: “Konektivitas Adalah Kunci Pembangunan”

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:05

Wagub Papua Tengah Kenakan Busana Adat Lani di HUT RI ke-81, Pesan Persatuan dari Puncak Jaya

Berita Terbaru