Persiapan Mubes Masyarakat Madura Jawa dan Pasundan Papua Tengah Semakin Matang

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 06:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Nabire Papua Tengah Papedanews.com Panitia Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Madura, Jawa, dan Pasundan Papua Tengah terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan acara yang direncanakan berlangsung pada Sabtu, 29 November 2025 di Padepokan Pencak Silat, Jalan Perintis/Poros Wonorejo–Kalibumi, Wadio.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Agus Suprayitno, S.Sos., MH, saat diwawancarai wartawan menjelaskan bahwa dasar pelaksanaan Mubes ini berangkat dari arahan Gubernur Papua Tengah pada 31 Agustus 2025 dalam pertemuan bersama para tokoh masyarakat. Dalam arahan tersebut, gubernur meminta agar setiap suku di Papua Tengah mulai menyiapkan kepala suku masing-masing dengan kriteria yang jelas dan terukur.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

> “Gubernur menegaskan bahwa kepala suku harus berdomisili di ibu kota provinsi, yaitu Nabire. Tidak boleh berasal dari TNI/Polri yang masih aktif, harus memiliki rumah di Nabire, memiliki e-KTP Papua Tengah, serta dipilih melalui mekanisme arus bawah,” ujar Agus Suprayitno.

Baca Juga:  Batik Air Akan Mendarat di Nabire, Kamis 17 Juli 2025: Papua Tengah Menyambut Era Keterhubungan Baru

 

 

 

Ia menambahkan bahwa Mubes ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Madura, Jawa, dan Pasundan di Papua Tengah untuk menata kelembagaan suku secara lebih terstruktur, sekaligus memperkuat peran serta masyarakat dalam pembangunan daerah.

 

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Panitia, M. Thohir, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah berjalan dengan baik. “Undangan telah tersebar ke seluruh kerukunan dan paguyuban, termasuk perwakilan masyarakat dari kampung dan kelurahan se-Kabupaten Nabire,” jelasnya.

 

Mubes ini juga akan dihadiri oleh perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah. “Dua kabupaten sudah mengonfirmasi kehadiran dan lainnya masih dalam proses,” tambah Thohir.

 

Direncanakan, Mubes Masyarakat Madura Jawa Pasundan Papua Tengah akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah, sebagai bentuk dukungan dan pengakuan terhadap keberadaan serta kontribusi masyarakat lintas suku di wilayah Papua Tengah.

Berita Terkait

DPRK intan jaya meminta pihak dukcapil intan jaya segera mengatasi 40 pelajar yang mengalami kesulitan dalam sistem perekaman KTP dan KK
Dukung Program Gubernur, Dinkes Papua Tengah Gelar OJT di Paniai
Kepala Suku Besar Umari Terima Bantuan Ternak Babi, Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pelestarian Nilai Adat
Meki Nawipa: Hasil Forum Strategis Papua Harus Diwujudkan dalam Aksi Nyata
Meki Nawipa Undang Persipura ke Nabire Usai Gagal Promosi, Ini Alasannya
DPR Papua Tengah Nilai Pengamanan Aksi di Nabire Sangat Baik , Kapolres Nabire patut di jadikan contoh bagi Kapolres lain
NGERI.!! Beredar chat di salah satu grup ,terkait terafiliasi jaringan mafia togel
Luis Diduga Bos Besar Togel di Nabire, Jaringan Disebut Kuasai Lapangan polres Nabire, Polda Papua Tengah, entah kemana
Berita ini 285 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru