PENDIRI, PENCETUS KOMUNITAS TUKANG PAPUA

- Penulis

Selasa, 24 Desember 2024 - 07:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papedanews.com-Nabire Papua Tengah
Komunitas tukang Papua membangun kemandirian dan kualitas pekerjaan, komunitas tukang Papua ,salah satu contoh nyata bagiamana memperdaya sumber daya manusia lokal dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di tanah Papua , dengan semangat gotong royong dan kemandirian para tukang di Papua , tidak hanya berperan dalam pembangunan fisik tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja.Selasa 24 Desember 2024.

Ketua komunitas tukang Papua LAURENSIUS ZONGGONAU SH.,M.IP .
Saya mendirikan komunitas tukang Papua terhitung sejak 10 Desember 2023 dan sudah memiliki anggota 250 akan tetapi masih banyak yang belum terdata .tujuan saya mendirikan komunitas tukang Papua ini mengajak seluruh masyarakat yang ada di Papua khususnya Nabire untuk bergabung dalam komunitas tukang Papua , agar menjadi sikap kebersamaan rekan rekan aplikator gnetion dalam berkolaborasi dan bersinergi dalam memberikan pelayanan secara prima kepada konsumen .

Anggota komunitas tukang Papua Jhon mandosir
Mengungkapkan alasannya bergabung dalam komunitas tukang Papua dirinya menjelaskan bahwa komunikasi tukang Papua , dapat menjadi tempat terbaik untuknya dalam memperoleh ilmu secara nyata, serta strategi implementasi yang tepat , ilmu tersebut bisa mencakup banyak hal mulai keamanan dan keselamatan kerja
(K3) , proses kerja kontruksi terkini hingga perkakas dan material bangun terbaru..

Bergabung dengan komunitas tukang Papua saya akan bisa ketemu banyak anggota satu profesi , di sini kita bisa sepaham dan saat kita bertemu, berkumpul bisa sharing pengalamanlah , jadi alasan dan tujuan saya bergabung dengan komunitas tukang Papua itu ingin lebih banyak belajar , cukup senang lah saya gabung di komunitas tukang Papua.ujar
Iwan suprayanto slh satu anggota

Bagi masyarakat yang ingin kenal lebih dekat dengan komunitas tukang Papua bisa datang langsung ke alamat kantor: jalan suci sriwini lorong, 4 RT 02 RW 07, kelurahan sriwini, distrik Nabire, kabupaten Nabire, provinsi Papua tengah
Atau bisa menghubungi nomer telepon 082236219988
( papedanews )

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Gubernur Wakil Pempus di Daerah, ada Aturan Mainnya, Jangan Serang Meluluh.
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru