Sopir Prilens PT Gunung Selatan Klarifikasi Dugaan Tumpahan Solar: Bukan Solar, Tapi Oli Hidrolik

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 03:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Terkait dugaan masyarakat soal adanya tumpahan solar di jalan, sopir Prilens PT Gunung Selatan, Iwan Sueseno, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa cairan yang terlihat di jalan bukanlah solar, melainkan oli hidrolik yang pecah dari kendaraan yang ia bawa.

Menurut penuturan Iwan, peristiwa itu terjadi pada pagi hari ketika dirinya sedang mengendarai kendaraan perusahaan menuju kantor untuk melakukan pengisian solar sekaligus penambahan oli. Namun, di tengah perjalanan bagian kendaraan mengalami kerusakan sehingga oli tumpah ke jalan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pagi tadi saya bawa kendaraan ke kantor untuk isi solar dan tambah oli. Tapi di tengah jalan, selanghoisenya pecah. Jadi yang tumpah itu bukan solar, tapi oli hidrolik,” jelas Iwan Sueseno, sopir PT Gunung Selatan.

Baca Juga:  Nekiron Wonda Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya, Sampaikan Ucapan Selamat dan Harapan

 

Ia juga menambahkan bahwa pembersihan langsung dilakukan begitu mengetahui adanya tumpahan agar tidak membahayakan pengendara lain.

 

“Begitu tahu ada tumpahan, kita langsung bersihkan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena sudah ditangani,” lanjutnya.

Sebagai penutup, Iwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memahami bahwa insiden ini murni kecelakaan teknis, bukan kelalaian disengaja.

Berita Terkait

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?
Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:07

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:49

Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Berita Terbaru