Papua Tengah Kenalkan Inovasi KOHARUSEHAT di Forum Nasional, Jadi Model Transformasi Layanan Kesehatan Wilayah 3T

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah memperkenalkan inovasi layanan kesehatan KOHARUSEHAT sebagai strategi transformasi pelayanan kesehatan primer di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam ajang Leimena Conference 2026 yang berlangsung di Sasana Widya BRIN, Jakarta, pada 27–29 Juli 2026.

 

Inovasi yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, tersebut merupakan bagian dari implementasi visi BANGKIT Papua Tengah* yang digagas Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan di Papua Tengah, mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan tenaga kesehatan, hingga persoalan keamanan dan sosial budaya.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam pemaparannya, dr. Agus menjelaskan bahwa dari 150 Puskesmas yang tersebar di Papua Tengah, hanya 18 Puskesmas atau sekitar 12 persen yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan wajib secara lengkap. Bahkan, hampir setengah Puskesmas masih belum memiliki dokter umum dan sebagian besar belum memiliki dokter gigi.

 

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat kualitas layanan kesehatan. Saat ini sebanyak 127 Puskesmas telah teregistrasi, sementara 73 Puskesmas telah terakreditasi** sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan.

 

Menurut dr. Agus, melalui inovasi KOHARUSEHAT, pemerintah mengubah paradigma pembangunan kesehatan dengan mengarahkan Dana Otonomi Khusus (Otsus) tidak hanya untuk pembiayaan pengobatan, tetapi juga memperkuat upaya promotif dan preventif agar masyarakat tetap sehat.

 

Program tersebut dibangun melalui tiga pilar utama, yakni penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk pelayanan promotif dan preventif, optimalisasi Jamkesda yang terintegrasi dengan Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan, serta penyediaan pembiayaan bagi kasus-kasus kedaruratan medis yang belum ditanggung BPJS.

 

Untuk mendukung implementasi program, Pemprov Papua Tengah juga mengalokasikan anggaran melalui APBD Provinsi untuk pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan, Posyandu, pengadaan alat kesehatan modern, ambulans darat dan speedboat ambulans, hingga pemasangan panel surya guna menjamin operasional fasilitas kesehatan di daerah tanpa akses listrik selama 24 jam.

Baca Juga:  PERSEWAAN KOSTUM TERBAIK DI NABIRE,INI BUKAN BISNIS TAPI 100% UNTUK BERAMAL

 

Selain pembangunan infrastruktur, Dinas Kesehatan Papua Tengah meluncurkan inovasi PACE-MACE (Papa CERDIK, Mama CERDAS) yang melibatkan kader PKK, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sebagai kader kesehatan yang melakukan pemantauan kondisi warga secara langsung dari rumah ke rumah.

 

Pendekatan berbasis budaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di wilayah pedalaman.

 

Tidak hanya itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga membangun kolaborasi lintas sektor dengan menghadirkan rumah layak huni bagi tenaga kesehatan, penyediaan panel surya, akses internet melalui Starlink, hingga bantuan bibit tanaman, perikanan, dan peternakan guna meningkatkan kesejahteraan kader kesehatan serta mendukung percepatan penurunan angka stunting.

 

Dalam kesempatan tersebut, dr. Agus turut mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan agar pemerintah pusat menerapkan Skema Tunjangan Profesi Tenaga Kesehatan Berbasis Sertifikasi yang dibiayai APBN. Menurutnya, skema tersebut menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan di wilayah 3T yang selama ini terkendala rendahnya nilai kapitasi BPJS akibat jumlah penduduk yang sedikit.

 

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas generasi Papua Tengah, Pemerintah Provinsi juga menjalankan program bantuan tunai sebesar Rp350.000 per bulan bagi setiap anak usia 0–4 tahun untuk mendukung pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

 

“Langkah kecil untuk deteksi dini adalah lompatan besar bagi masa depan. Bersama ILP dan inovasi tanpa henti, kita wujudkan Papua Tengah yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ko Harus Sehat,” tutup dr. Agus.

Berita Terkait

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru
Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”
Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta
Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas
Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.
BREAKING NEWS: Video Adu Fisik Pelajar di Lorong Tengah Klinik Gresli Beredar, Identitas Masih Diverifikasi
DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.
Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57

Kapolres Nabire Kawal Perdamaian Topo–Sanoba, Minta Kedua Pihak Hindari Konflik Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 02:44

Dari Makassar, Kapolres Nabire Klarifikasi Pemberitaan Petrus Gobay, Sebut Penangkapan Dilakukan Sabhara Polda”

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:45

Pastikan Hak OAP Masuk IPDN, MRP Papua Tengah Lakukan Verifikasi Faktual Dokumen Peserta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:46

Ketua DPRK Nabire Jelaskan Wartawan Dikeluarkan dari RDP PT Kristalin: Rapat Bersifat Terbatas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:05

Wartawan Diminta Keluar dari RDP DPRK Nabire, Dasar Pertemuan Tertutup Dipertanyakan”.

Senin, 28 September 2026 - 07:44

DPO MM Masih Diburu, Polres Deiyai Kembali Amankan Senpi Rakitan dan 20 Amunisi”.

Rabu, 23 September 2026 - 12:44

Peluncuran Resmi Program Sekolah Sepanjang Hari di Kabupaten Puncak Jaya

Selasa, 22 September 2026 - 07:10

Pemprov Papua Tengah Perkuat Tata Kelola Dana Hibah dan Hasilkan Lima Rekomendasi Strategis

Berita Terbaru