Nabire Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Provinsi Papua Tengah meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memperkuat pengendalian program dan kegiatan menyusul realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Semester I Tahun Anggaran 2026 yang mencapai sekitar 43 persen.
Capaian tersebut menjadi perhatian Pemprov Papua Tengah karena tingkat realisasi anggaran antar-OPD masih belum merata. Kondisi ini dinilai perlu segera dievaluasi, terutama sebagai bahan persiapan penyusunan APBD Perubahan 2026 dan APBD Induk 2027.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Tengah, Dr. Silwanus Sumule, kepada awak media usai mengikuti Monitoring Meja Semester I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) di LPP RRI Nabire, Kamis (13/8/2026).
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Silwanus menjelaskan, secara keseluruhan realisasi APBD Papua Tengah berada pada kisaran 33,7 hingga 43 persen. Namun, angka tersebut belum menggambarkan kondisi seluruh perangkat daerah karena terdapat OPD yang telah mencapai realisasi di atas 50 persen, sementara lainnya masih berada di bawah 33 persen.
“Secara provinsi sudah mencapai 43 persen. Tetapi masih ada perangkat daerah yang sudah di atas 50 persen dan ada juga yang masih di bawah 33 persen. Ini yang harus kita lihat dan kita kawal bersama,” ujar Silwanus.
Ia meminta pimpinan OPD melakukan pengendalian secara berkala terhadap seluruh program dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing. Pengukuran terhadap progres pekerjaan juga perlu dilakukan sejak awal agar pemerintah dapat mengetahui potensi hambatan sebelumnya.



























