Sengketa Lahan Puskesmas Yaro Belum Temui Titik Temu, Mediasi di Polda Papua Tengah Berlangsung Alot

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 06:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Sengketa kepemilikan lahan Puskesmas Yaro yang telah berlangsung selama kurang lebih 19 tahun hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Pemilik hak atas tanah, Ibu Yosefa Yoani, pada Senin (15/12/2025) mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Tengah untuk mengikuti proses mediasi terkait permasalahan tersebut.

Kepada awak media ibu yosefa Yoani menyampaikan Mediasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, kepala Dinas Pertanahan, Kepala Distrik Yaro, enam kepala desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Meski demikian, hingga berakhirnya pertemuan, para pihak belum mencapai kesepakatan atau titik temu. Ujar ibu yosefa

 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ibu Yosefa Yoani menambahkan bahwa hingga saat ini hak atas tanah miliknya belum pernah dibayarkan, meskipun lahan tersebut telah digunakan sebagai lokasi pembangunan Puskesmas Yaro selama hampir dua dekade.tambahnya

Selian itu, Ibu Yosefa menegaskan bahwa dirinya membawa dokumen kepemilikan yang lengkap, antara lain tanda terima dokumen dari pertanahan , setoran Fajak ,surat pelepasan hak adat, serta surat ukur dari Kantor Pertanahan Kabupaten Nabire yang diterbitkan pada 24 Agustus 2025.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengukuran tersebut, tidak terdapat klaim tumpang tindih dengan tanah pihak lain. Namun dalam proses mediasi, Kepala Distrik Yaro bersama enam kepala desa turut membawa fotokopi sertifikat lain yang diklaim berada di lokasi yang sama, meskipun dokumen tersebut belum dapat diverifikasi keabsahannya. “Ungkap ibu yosefa kepada media saat mediasi

Baca Juga:  Calon Wakil Bupati Agus Supriyatno, S.Sos.MH Nabire Dorong Partisipasi Aktif Warga dalam Pemilu 2024.

 

Pihak pertanahan dalam forum mediasi menyampaikan rencana untuk melakukan pengukuran ulang lahan pada 8 Januari 2026. Menanggapi hal tersebut, Ibu Yosefa mempertanyakan dasar dilakukannya pengukuran ulang, mengingat sebelumnya telah dilakukan pengukuran resmi hingga diterbitkan surat ukur yang ditandatangani oleh pihak berwenang.

“Jika harus diukur ulang, lalu pengukuran yang dilakukan pada Agustus kemarin beserta surat ukur yang diterbitkan itu apa? Apakah dianggap tidak sah?” terang Ibu Yosefa.

 

Ia menegaskan bahwa seluruh dokumen yang dimilikinya jelas dan tidak ada satu pun tanah milik pihak lain yang diserobot. Lebih lanjut, Ibu Yosefa menyampaikan bahwa apabila tidak ada pembayaran awal sebesar Rp200 juta, maka ia mempertimbangkan untuk menghentikan sementara aktivitas Puskesmas Yaro hingga adanya kejelasan dan pemenuhan hak atas tanah tersebut.

 

Hingga berita ini diterbitkan, proses mediasi masih akan berlanjut dan para pihak diharapkan dapat menempuh penyelesaian secara hukum dan musyawarah demi kepastian hukum serta pelayanan kesehatan masyarakat yang tetap berjalan.

Berita Terkait

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
Berita ini 176 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru