Timika Papua Tengah papedanews.com Pemerintah Kabupaten Mimika, Dogiyai, dan Deiyai bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Harmonisasi Penanganan Konflik Sosial Kapiraya di Timika, Rabu (25/2/2026).
Rapat koordinasi yang berlangsung di salah satu hotel di Timika itu dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, Bupati Deiyai Melkianus Mote, dan Bupati Dogiyai Yudas Tebai.
Turut hadir Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah John NR Gobai bersama anggota DPR Papua Tengah Yohanes Kemong, Donatus Mote, dan Urbanus Beanal. Hadir pula Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah, serta Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Papua Tengah.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut juga melibatkan para pemangku adat dari Kabupaten Mimika, Dogiyai, dan Deiyai yang tergabung dalam Tim Penanganan Konflik Sosial dan Tim Harmonisasi Kapiraya, bersama perwakilan masyarakat adat Suku Kamoro dan Suku Mee.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak menyepakati Deklarasi Bersama sebagai bentuk komitmen untuk menyelesaikan konflik sosial di wilayah Kapiraya secara damai, transparan, dan berkeadilan.
Empat poin deklarasi yang disepakati meliputi:
- Berkomitmen menjalankan Rencana Aksi (Renaksi) Terpadu Tim Harmonisasi Kapiraya sebagai landasan operasional tunggal dalam penanganan konflik sosial di wilayah Kapiraya.
- Melakukan sinkronisasi tapal batas wilayah adat secara cermat guna mencegah kesalahpahaman antarsuku serta mengantisipasi tumpang tindih persoalan sosial di kemudian hari.
- Menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas selama proses harmonisasi serta verifikasi lapangan berlangsung.
- Melaksanakan inventarisasi, verifikasi, mediasi, dan penyusunan rekomendasi akhir secara transparan, objektif, dan akuntabel untuk dilaporkan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Deklarasi bersama tersebut menjadi wujud komitmen seluruh pemangku kepentingan, pemerintah daerah, DPR Papua Tengah, serta masyarakat adat dalam membangun harmoni, memperkuat persaudaraan, dan menciptakan penyelesaian konflik yang berkelanjutan di wilayah Kapiraya, Provinsi Papua Tengah. (*)



















