Meki Nawipa Kutuk Kekerasan terhadap Warga Sipil, Kedepankan Dialog untuk Penyelesaian Konflik di Puncak

- Penulis

Sabtu, 18 April 2026 - 17:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUNCAK JAYA PAPUA TENGAH PAPEDANEWS.COM Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan dialog dalam upaya penyelesaian konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Kabupaten Puncak.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Gubernur bersama rombongan mengunjungi para korban konflik yang tengah menjalani perawatan di RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Jumat (17/4/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Meki Nawipa mengatakan pemerintah terus membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya memulihkan situasi keamanan dan memastikan penanganan korban berjalan maksimal.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hasil komunikasi yang dilakukan menunjukkan satu kampung telah berangsur kondusif, sementara dua kampung lainnya masih dalam proses pendataan dan verifikasi jumlah korban serta kebutuhan masyarakat.

> **”Komunikasi dan dialog terus kami lakukan dengan masyarakat. Saat ini satu kampung sudah kondusif, sementara dua kampung lainnya masih dalam proses pendataan,”** ujar Meki Nawipa.

Selain membangun komunikasi dengan masyarakat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Puncak, Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya, Palang Merah Indonesia (PMI), tenaga kesehatan, serta berbagai pihak terkait untuk mempercepat pelayanan medis dan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

Baca Juga:  Soroti Dana Desa dan Gejolak Puncak, Djohermansyah Minta Pusat Evaluasi Kebijakan

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah berencana membentuk tim terpadu yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Puncak dan Kabupaten Puncak Jaya guna mempercepat penanganan dampak konflik, termasuk pembahasan penetapan status tanggap darurat apabila diperlukan.

Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa menegaskan sikap Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang mengecam setiap bentuk kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil, terutama perempuan dan anak-anak.

> **”Kami mengutuk tindakan yang tidak presisi yang menyebabkan anak-anak dan perempuan menjadi korban. Dalam situasi apa pun, mereka tidak boleh terdampak,”** tegasnya.

Menurut Gubernur, keselamatan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap situasi. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog, dan bersama-sama menciptakan ruang perdamaian demi melindungi masyarakat dari dampak konflik.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup dilakukan melalui pendekatan keamanan semata, tetapi harus dibarengi dengan komunikasi yang intensif, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta kolaborasi semua pihak untuk membangun perdamaian yang berkelanjutan.

“Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat, memastikan para korban mendapatkan penanganan yang layak, bantuan kemanusiaan tersalurkan, dan setiap langkah penyelesaian konflik dilakukan dengan mengutamakan keselamatan warga,” pungkas Meki Nawipa.

Berita Terkait

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga
Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah
Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:27

Masyarakat Makimi Datangi DPR RI dan DPD RI, Minta Penertiban Satgas PKH Dievaluasi dan Tak Abaikan Ruang Hidup Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:12

Meki Nawipa Taruh Masa Depan Papua Tengah di Pendidikan, Rp56 Miliar untuk Pengembangan Sekolah Papua Harapan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:26

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Lakukan Monev Implementasi ILP pada 8 Puskesmas Lokus Provinsi Papua Tengah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:10

Gubernur Meki Nawipa ke KNPI: Jangan Jadi Penonton, Pemuda Harus Turun Tangan Bangun Papua Tengah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Berita Terbaru