Kisruh Pilkada Nabire: Insiden di TPS 11 Siriwini Memicu Ketegangan Oleh John Pakage

- Penulis

Rabu, 4 Desember 2024 - 08:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papedanews.com-
Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 11 Siriwini, Nabire, pada Rabu, 4 Desember 2024, kembali diwarnai insiden yang mencederai semangat demokrasi. Di tengah pelaksanaan PSU kedua, seorang anggota KPPS dilaporkan memukul saksi pasangan calon nomor urut satu di dalam TPS. Insiden tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian oleh keluarga korban, meskipun tindakan lebih lanjut dari pihak kepolisian masih menunggu selesai perhitungan suara.

Selain tindakan anarkis tersebut, keributan juga terjadi akibat ketidakpuasan warga terhadap petugas TPS. Pada PSU pertama sebelumnya, telah ada kesepakatan bahwa jika PSU kedua dilakukan, petugas PPS dan KPPS akan diganti. Namun, saat PSU kedua berlangsung, petugas lama masih bertugas, memicu protes dari pemilih.

Situasi memanas ketika aparat kepolisian memberikan respons dengan melepaskan tembakan peringatan. Bunyi tembakan terdengar hingga ke rumah-rumah sekitar TPS, menambah ketegangan di wilayah tersebut. Salah seorang warga, Paula Pakage, yang merekam kejadian ini, dilaporkan dipaksa oleh aparat untuk dibawa ke Polres Nabire.

Insiden-insiden ini mencerminkan wajah demokrasi yang terkesan arogan dan jauh dari nilai-nilai keadilan. Kecurangan dan konflik di TPS 11 Siriwini menambah panjang daftar permasalahan Pilkada Nabire yang diduga sarat dengan pelanggaran bersifat Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Jika situasi ini tidak ditangani dengan serius, besar kemungkinan Pilkada Nabire akan menuju Pemungutan Suara Ulang (PSU) di seluruh kabupaten, seperti yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Wamena.

Di Wamena, tiga anggota komisioner KPU dicopot dari jabatannya setelah terbukti melakukan pelanggaran, dan Pilkada di sana harus diulang secara total. Kasus Nabire mengindikasikan skenario serupa, di mana keadilan pemilu hanya bisa ditegakkan melalui langkah tegas terhadap pelaku pelanggaran.

Demokrasi semestinya menjadi ajang ekspresi kebebasan rakyat, bukan alat untuk membungkam suara-suara yang berbeda. Upaya untuk menegakkan keadilan Pilkada Nabire harus menjadi prioritas semua pihak, demi masa depan yang lebih baik bagi kabupaten ini.

( Papedanews )

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan
BIADAP; penipuan mengatasnamakan kasi Intel kejaksaan Nabire
Tokoh Masyarakat Puncak Apresiasi Kepercayaan Gubernur Papua Tengah
Pleno Perhitungan Suara PSU Pilgub Papua Dimulai, Masyarakat Diimbau Jaga Keamanan
Hitung Exit Poll Paslon Mari – Yo Unggul Sementara 57 Persen
DPW PAN Papua Tengah Apresiasi Komarudin Watubun: Teladan Politik Putra Papua di Kancah Nasional.
Warga Kampung Sanoba Desak Bupati Nabire Ganti Kepala Kampung, Berkas Aspirasi Diserahkan ke DPRK Nabire
Warga Kampung Sanoba Desak Bupati Ganti Kepala Kampung, Berkas Aspirasi Diserahkan ke DPRK Nabire
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:24

Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia, Polres Nabire Tuntaskan Kasus Korupsi PLTS Distrik Moora: Negara Rugi Rp 785 Juta

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:56

Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:06

PCNU Nabire Siap Gelar Pendidikan Dasar Kader Penggerak NU Angkatan Pertama

Selasa, 9 Desember 2025 - 07:26

Penyaluran Beras SPHP-FIS Diluncurkan Serentak di Polda Papua Tengah

Senin, 8 Desember 2025 - 06:21

Tokoh Pemuda Mamberamo, Simeon Yadeu, Imbau Warga Waroki Jaga Kondusifitas Menjelang Natal dan Tahun Baru

Senin, 8 Desember 2025 - 06:08

Ucapan terimakasih kepala suku Dani atas bantuan usaha ternak babi dari presiden Prabowo

Senin, 8 Desember 2025 - 05:51

Tokoh Pemuda Memberamu menyambut naik bantuan dari pemerintahan pusat, ucapan terimakasih

Minggu, 7 Desember 2025 - 10:15

PKS Nabire Beri Tali Asih Sembako, Wujud Solidaritas kepada Yayasan Difabel Papua Tengah

Berita Terbaru