Kecurangan Berulang di TPS 11 Kelurahan Siriwini, PSU Berujung Diskualifikasi

- Penulis

Rabu, 4 Desember 2024 - 08:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PapedaNews.com-Nabire
Proses pemungutan suara di TPS 11 Kelurahan Siriwini kembali menjadi sorotan setelah terjadi kecurangan yang terus berulang selama tiga hari berturut-turut. Insiden ini mencoreng pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Nabire, yang kini dianggap sebagai salah satu pemilu terburuk dalam sejarah daerah tersebut.

Sejumlah saksi dari pasangan calon (Paslon) 01, Angganeta Antoh dan Lidia Idie, melaporkan bahwa selama tiga kali pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU), ditemukan pelanggaran serius. Salah satu pelanggaran paling mencolok adalah jumlah surat suara yang melebihi daftar pemilih tetap (DPT). Selain itu, penyelenggara pemilu di tingkat PPS dan KPPS diduga tidak netral karena menjadi tim sukses kandidat nomor urut 02, Mesak Magai.

Komisioner KPU Kabupaten Nabire, Okto Tabuni, yang hadir langsung menyaksikan proses pemungutan suara, tidak mampu mengendalikan situasi atau mengambil langkah tegas untuk menghentikan kecurangan. Kondisi ini memicu kericuhan di lokasi, dan pada akhirnya, hasil perhitungan suara di TPS 11 dinyatakan diskualifikasi.

“Saat perhitungan suara, ditemukan kelebihan jumlah surat suara dibandingkan jumlah pemilih yang hadir. Ini jelas bentuk manipulasi yang mencoreng prinsip demokrasi,” ungkap salah satu saksi Paslon 01.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) juga mendapat sorotan tajam karena dianggap gagal menjalankan tugasnya untuk memastikan pemilu berjalan jujur dan adil. Ketidakmampuan mereka dalam mengawal proses ini semakin memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pemilu di Nabire.

Masyarakat Nabire kini mendesak KPU dan Bawaslu untuk mengambil tindakan tegas, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggara di TPS 11. Beberapa pihak bahkan meminta agar pemilihan kepala daerah di Nabire diawasi langsung oleh KPU dan Bawaslu pusat untuk mencegah kecurangan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi catatan kelam bagi demokrasi di Nabire dan menunjukkan perlunya reformasi mendesak dalam sistem pemilu daerah. Bukti pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) telah nyata terjadi.

( Papedanews )

Berita Terkait

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Ketua DPW PAN Papua tengah Apresiasi dan ucapakan selamat kepada wakil bupati Nduga periode 2026-2031
Musda Berlangsung Damai, DPW Papua Tengah Resmi Ajukan Nama Calon Ketua DPD ke Pusat
DPW PAN Papua Tengah Siap Ikuti Keputusan DPP dan Fokus Hadapi Pemilu 2029
Politisi PAN Papua Tengah Tegaskan: Jangan Mengatasnamakan Partai Pengusung untuk Kritik Pemerintah
Anggota DPRK Intan Jaya Soroti Dugaan Diskriminasi dalam Kegiatan Kedewanan
Jokowi Siap “Turun Gunung” untuk PSI: Sinyal Konsolidasi Politik Pasca-Kepresidenan
Wakil Wali Kota Bandung Erwin Ditetapkan Tersangka Penyalahgunaan Kekuasaan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru