ini kronologis pesawat Sriwijaya air Teck off malam hari di bandara douw aturure, salah satu penumpang Protes Layanan dan Kompensasi

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire, Papua Tengah Papedanews.com salah satu penumpang Sriwijaya Air melayangkan protes keras terhadap layanan maskapai setelah terjadi keterlambatan panjang hingga pembatalan penerbangan pada rute Makassar–Nabire–Jayapura.

 

Salah satu penumpang berinisial BRT mengungkapkan, pesawat yang seharusnya diberangkatkan dari Makassar pada malam hari mengalami penundaan hingga subuh sekitar pukul 03.00 WIT. Namun, hingga waktu tersebut, penerbangan tak kunjung dilakukan tanpa kejelasan penyebab.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pesawat baru diberangkatkan pada sore hari sekitar pukul 16.00 WITA dan tiba di Nabire hampir pukul 18.30 WIT. Setibanya di Nabire, pesawat tersebut langsung kembali terbang tanpa mengakomodasi penumpang lanjutan secara normal. Bahkan, armada yang digunakan disebut bukan pesawat reguler yang biasa melayani rute tersebut, melainkan pesawat pengganti akibat penumpukan penumpang di Makassar.

 

Dampak keterlambatan ini berlanjut pada penumpang tujuan Jayapura. Jadwal keberangkatan yang semula direncanakan pada pagi hari pukul 07.00–09.00 WIT mengalami penundaan berulang—dari pukul 10.00, 11.00, hingga 13.00 WIT—sebelum akhirnya dinyatakan batal dan ditunda ke hari berikutnya.

 

“Kami sudah menunggu sejak pagi, tapi pada akhirnya dibatalkan. Tidak ada kepastian sejak awal,” ujar salah satu penumpang yang terdampak.

 

Selain kerugian waktu, penumpang juga mengaku mengalami kerugian materiil. Sejumlah penumpang yang telah melakukan reservasi hotel di Jayapura terpaksa kehilangan biaya karena tidak dapat melakukan check-in sesuai jadwal, tanpa adanya kompensasi dari pihak maskapai.

Baca Juga:  Ketua Relawan Mege Papua Tengah Klarifikasi Pernyataan Gubernur Terkait Bakar Batu

 

Yang menjadi sorotan, kebijakan kompensasi dinilai tidak adil. Pihak maskapai hanya menyediakan penginapan di Adaman Hotel beserta transportasi pulang-pergi bagi penumpang yang tidak berdomisili di Nabire. Sementara penumpang yang berdomisili di Nabire tidak mendapatkan fasilitas serupa.

 

“Semua penumpang membeli tiket dengan harga yang sama, tetapi perlakuan kompensasinya berbeda. Ini tidak adil,” tegas penumpang tersebut.

 

BRT menambahkan Tak hanya itu, dampak gangguan operasional ini juga merembet pada jadwal penerbangan lain.

 

Penerbangan Sriwijaya Air rute Jayapura–Nabire yang dijadwalkan keesokan harinya dilaporkan turut ditunda hingga 31 Maret 2026. Tambahnya

 

 

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya transparansi informasi, kepastian jadwal, serta keadilan dalam pemberian kompensasi kepada penumpang, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi udara seperti Papua.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai Sriwijaya Air belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab keterlambatan, pembatalan penerbangan, maupun kebijakan kompensasi terhadap penumpang terdampak, menambah ketidakpastian di tengah keluhan penumpang yang merasa dirugikan, awak media masih berupaya mencari kontak kordinator maskapai Sriwijaya air Nabire untuk melakukan konfirmasi terkait insiden tersebut

Berita Terkait

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?
Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Berita ini 765 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:07

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:49

Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:00

Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Berita Terbaru