HUT3 HKJSM, Mengusung Tema meneguhkan persaudaraan dan menguatkan kebhinekaan dalam kebersamaan, siap menggelar Musda besar besaran

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 08:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAPUA TENGAH

 

Nabire papedanews.com Dalam suasana penuh kebersamaan dan keakraban, Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura (HKJSM) Kabupaten Nabire merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-3 secara sederhana namun bermakna di Pondok Pencak Silat Nabire, Sabtu (25/10/2025). Acara ini diisi dengan doa bersama dan silaturahmi antarwarga dari tiga etnis besar yang telah lama hidup berdampingan di wilayah Meepago.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Panitia HUT HKJSM Nabire, Agus Suprayitno, kepada papedanews.com menjelaskan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi momen penting menuju musyawarah besar (Mubes) untuk memilih kepengurusan baru baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

 

“Terima kasih, ini adalah hari ulang tahun Himpunan Keluarga Jawa Sunda Madura yang ketiga. Kita rayakan secara internal dan sederhana, dengan mengundang semua pimpinan-pimpinan kerukunan Jawa, Sunda, dan Madura. Masing-masing memberikan dukungan dan doa, lalu kita makan bersama setelah doa,” ujar Agus Suprayitno.

 

Lebih lanjut, Agus menuturkan bahwa perayaan ini juga menjadi tindak lanjut dari arahan Ketua HKJSM Kabupaten Nabire, Dr. H. Muhammad Iskandar, yang menginstruksikan agar dalam waktu satu bulan ke depan segera dilaksanakan Musyawarah Besar HKJSM.

 

“Ada perintah dari Ketua HKJSM Kabupaten Nabire, Bapak Dr. Haji Muhammad Iskandar, bahwa dalam waktu satu bulan ke depan kita akan mengadakan musyawarah besar untuk memilih kepengurusan baru HKJSM tingkat kabupaten maupun provinsi Papua Tengah,” jelas Agus.

 

Menurutnya, pembentukan kepengurusan baru ini penting agar warga Jawa, Sunda, dan Madura di wilayah Papua Tengah memiliki wadah resmi untuk berkoordinasi, mempererat silaturahmi, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

 

“Sehingga warga Jawa, Sunda, dan Madura punya wadahnya sendiri. Insya Allah, keberadaan HKJSM nantinya baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga:  GUBERNUR PAPUA TENGAH SALURKAN BANTUAN  PENANGANAN BENCANA DAN KONFLIK SOSIAL DI INTAN JAYA DAN PUNCAK

 

Agus juga mengungkapkan bahwa inisiatif pembentukan kepengurusan baru ini selaras dengan arahan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, yang sebelumnya menekankan pentingnya kepemimpinan komunitas berbasis budaya dan kerukunan.

 

“Waktu itu ada arahan dari Bapak Gubernur untuk memilih kepala suku. Tapi karena Jawa, Sunda, dan Madura ini tidak punya kepala suku, maka kita bentuk kepengurusan kerukunan yang sekaligus berfungsi seperti kepala suku,” katanya.

 

Rencananya, musyawarah besar tingkat kabupaten akan melibatkan seluruh ketua kerukunan yang ada di Nabire, sedangkan tingkat provinsi akan mengundang perwakilan dari delapan kabupaten di Papua Tengah.

 

“Untuk tingkat kabupaten nanti semua kerukunan kita undang untuk memilih satu tokoh menjadi ketua umum dan kepengurusan. Sedangkan untuk tingkat provinsi, kita akan mengundang delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah untuk mengirimkan delegasi dalam Mubes,” ungkap Agus.

 

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya HKJSM masih berinduk pada kepengurusan provinsi Papua sebelum pemekaran wilayah. Karena itu, forum Mubes mendatang akan menjadi ajang penting untuk menentukan apakah HKJSM Papua Tengah akan tetap berinduk ke Papua atau berdiri sendiri.

 

“Kepengurusan HKJSM sebelumnya masih dari Provinsi Papua karena waktu itu kita belum terpisah. Jadi nanti akan dimusyawarahkan dulu, apakah kita masih menginduk ke Papua atau berdiri sendiri karena sekarang sudah ada Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.

 

Agus menambahkan, setelah kegiatan HUT, panitia bersama para ketua kerukunan akan segera menggelar rapat kecil untuk membahas tata tertib dan kriteria calon ketua serta pengurus HKJSM mendatang.

“Rapat kecil ini dihadiri semua ketua kerukunan di Kabupaten Nabire. Mumpung semua kumpul, kita bahas kriteria dan tata tertib pemilihan. Saya ditunjuk sebagai ketua panitia dan nanti hasilnya akan kita tuangkan dalam tata tertib musyawarah,” tutup Agus Suprayitno.

Berita Terkait

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”
Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH
Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan
Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas
Gubernur Papua Tengah Tegaskan Isu Penutupan Aktivitas Dagang di Pantai Nabire adalah Hoaks
Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa
Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:58

Wakil Ketua I DPRK Nabire Dukung Evaluasi 6 IUP Sawit, Satgas PKH Diminta Kawal Penertiban”

Jumat, 11 September 2026 - 13:57

Muhamad Irpan di Hadapan Dankorwil Satgas PKH Nabire: Saya Akui Kekeliruan dan Sampaikan Permohonan Maaf

Rabu, 9 September 2026 - 03:57

Tak Ingin Tanah Adat Jadi Konflik, DKP KINGMI Soroti Pemasangan Senplat Satgas PKH

Selasa, 8 September 2026 - 02:49

Gubernur Kunjungi Puskesmas Tenedagi Deiyai, Puji Semangat Pelayanan Tenaga Kesehatan

Senin, 7 September 2026 - 10:21

Koordinator BGN Nabire Klarifikasi Insiden Lantas di Kalibobo: Kendaraan Pribadi, Bukan Mobil Dinas

Jumat, 4 September 2026 - 14:10

Papan Satgas PKH Dicabut, Salib Merah dan Penanda Adat Berdiri di Siriwo–Dipa

Jumat, 4 September 2026 - 07:56

Pejabat Asal Deiyai Gelar Rapat Persiapan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

Kamis, 3 September 2026 - 10:19

DPRPT Memanggil, Satgas PKH dan BIM Tak Datang: Ada Apa dengan Suara Rakyat Papua Tengah?

Berita Terbaru