Gagasan Inklusif Maria Yetiasaputri Gemparkan UNS: Program Pemberdayaan Disabilitas Dapat Standing Ovation Peserta

- Penulis

Senin, 17 November 2025 - 15:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta, Papedanews.com-
Semangat inklusi dan pemberdayaan mewarnai Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta saat ratusan peserta dari berbagai daerah di Soloraya memadati agenda besar bertema pemberdayaan penyandang disabilitas. Sorotan utama tertuju pada sosok aktivis kemanusiaan nasional sekaligus penggerak isu disabilitas, Maria Yetiasaputri Kapitarauw, S.Sos., M.M., AWP, yang tampil sebagai narasumber utama,16/November/2025.

Dalam penyampaian materinya, Maria memukau seluruh peserta dengan pemaparan mendalam terkait kebutuhan fundamental penyandang disabilitas, mencakup:

akses pendidikan formal dan nonformal,

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

layanan kesehatan yang ramah disabilitas,

ruang ekspresi dan prestasi melalui olahraga, seni, dan budaya.

Tak sekadar konsep, Maria juga meluncurkan gagasan revolusioner bertajuk “Cipta Karya Lapangan Kerja Disabilitas”, sebuah model pemberdayaan berbasis keterampilan dan peluang ekonomi yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata komunitas disabilitas. Program tersebut sontak mencuri perhatian dan menuai apresiasi luas dari peserta, pemerintah, akademisi, hingga komunitas disabilitas.

Baca Juga:  ASKOMELIN Terima Mandat Bentuk DPD Papua Tengah, Siap Dukung Program “Papua Tengah Terang”

Sesi diskusi pun berlangsung sangat dinamis. Kursi peserta penuh, antrean penanya mengular, dan puluhan peserta berlomba mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan Maria. Antusiasme ini menjadi bukti bahwa gagasan yang ia bawa relevan dan membuka harapan baru bagi penguatan inklusi di Soloraya.

Kegiatan tersebut tak hanya menjadi wadah edukasi, tetapi juga momentum strategis memperteguh komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan lingkungan sosial yang inklusif, setara, dan berkeadilan bagi semua penyandang disabilitas.

( Red )

 

Berita Terkait

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB
P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial
Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik
Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan
Respons Cepat Pemprov Papua Tengah, Dinkes Berhasil Terbangkan Bantuan Obat dan Logistik Medis ke Sugapa Intan Jaya
Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah
Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 19:40

Akun TikTok Soroti Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Minta Kejari Segera Tetapkan Tersangka

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Tonggak Penguatan Pemerintahan dan Pelayanan Publik di DOB

Kamis, 9 Juli 2026 - 06:28

P2N Papua Tengah Edukasi 400 Perempuan di Nabire, Perkuat Literasi Digital dan Ajak Bijak Bermedia Sosial

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:06

Rusun ASN Papua Tengah Resmi Diserahterimakan, Dukung Kinerja dan Pelayanan Publik

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:27

Masyarakat Nifasi Tegaskan Bukan “Tameng” PT Kristalin: “Kami Sedang Mempertahankan Hak dan Sumber Penghidupan

Senin, 6 Juli 2026 - 09:15

Kementan Salurkan 3 Juta Bibit Kakao untuk Nabire, Siapkan Perkebunan 3.100 Hektare

Senin, 6 Juli 2026 - 07:07

Ketua DPW PPP Papua: Jangan Terprovokasi Video Lama Gubernur Papua Tengah

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:23

Isu kedatangan satgas PKH ke wilayah adat makimi mendapatkan penolakan, ini penjelasan ketua dewan adat

Berita Terbaru