Empat Oknum TNI Ditahan, Kasus Air Keras ke Aktivis KontraS Kian Membesar

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 05:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Papedanews.com Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, memasuki babak serius. Empat anggota TNI kini resmi ditahan dan diperiksa intensif oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

 

Langkah tegas ini diumumkan langsung oleh Danpuspom TNI, Yusri Nuryanto, dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Empat orang yang diduga terlibat sudah kami terima dan langsung menjalani penahanan serta pemeriksaan,” tegas Yusri.

 

Keempat oknum TNI tersebut berinisial NDP, SL, BWH, dan ES. Mereka diduga kuat terlibat dalam aksi brutal yang menyasar aktivis HAM tersebut. Saat ini, mereka dijerat dengan Pasal 467 ayat (1) dan (2) KUHP dalam UU Nomor 1 Tahun 2023,

dengan ancaman hukuman hingga 7 tahun penjara.

 

Tak berhenti di situ, Puspom TNI juga tengah mengajukan visum et repertum ke RSCM guna memperkuat pembuktian hukum atas luka yang dialami korban.

 

Polisi Ungkap Pelaku Lain, Jaringan Lebih Luas?

 

Di sisi lain, penyelidikan oleh Polda Metro Jaya membuka fakta baru. Polisi telah mengidentifikasi dua terduga pelaku lapangan yang terekam saat kejadian.

Baca Juga:  Patuhi Regulasi Kemenkes, Dinas kesehatan Papua Tengah Pacu Validasi dan Prosedur Pendayagunaan SDMK di Seluruh Kabupaten

 

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, menyebut keduanya berinisial:

 

• GHC (diduga sebagai eksekutor utama, pengendara motor)

• MAK (dibonceng, mengenakan topi saat beraksi)

 

Keduanya terekam menggunakan kemeja batik biru dan bergerak cepat saat melakukan penyiraman.

 

Namun yang paling mengkhawatirkan, polisi membuka kemungkinan bahwa pelaku bukan hanya empat orang.

 

“Tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari empat,” ujar Iman.

 

Aroma Terorganisir Makin Kuat

 

Dengan ditahannya empat anggota TNI dan munculnya dua nama lain dari hasil penyelidikan polisi, kasus ini mulai mengarah pada dugaan aksi terorganisir, bukan sekadar kekerasan spontan.

 

Publik kini menunggu:

• Apakah ada aktor intelektual di balik serangan ini?

• Sejauh mana keterlibatan aparat?

• Dan apakah akan ada gelombang penetapan tersangka baru?

 

Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyasar aktivis HAM dan melibatkan aparat negara. Tekanan publik pun semakin besar agar pengusutan dilakukan secara transparan, tanpa kompromi, dan tanpa tebang pilih

Berita Terkait

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”
Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik
Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?
Dua Tahun Kasus RSUD Nabire Tak Kunjung Terungkap, Publik Pertanyakan Kinerja Kejaksaan Nabire
Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi
Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:07

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:04

Anggota Banggar DPR Papua Tengah Bantah Isu Beredar, Fransiskus Magai Minta Masyarakat Tak Terprovokasi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 09:07

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Bantah Isu Mengatasnamakan Banggar: “Itu Hoaks”

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:49

Satgas PKH Disorot, wakil ketua III DPRP: Jangan Datang ke Papua Tengah Hanya Memicu Konflik

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:53

Rp250 Juta Diduga Ditawarkan Satgas PKH, Ada Apa di KM 102 Sriwo?

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16

Antrean Check-in Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta Dikeluhkan Penumpang, Pelayanan Diminta Dievaluasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46

Satgas PKH Disorot, Humas PT Kristalin Ekalestari Pertanyakan Minimnya Koordinasi di Wilayah Adat Mosairo

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:29

Wakil ketua III DPRP ! Sony Bekies Kogoya Desak Penuntasan Dugaan Korupsi RSUD Nabire, Soroti Kinerja BPKP dan Kejaksaan Nabire

Berita Terbaru