Dinkes Papua Tengah Matangkan Renja 2027, SPM 2+1 Jadi Strategi Hadapi Krisis Kesehatan

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire Papua Tengah papedanews.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah mematangkan arah pembangunan kesehatan tahun 2027 melalui penyusunan Dokumen Rencana Kerja (Renja) 2027. Penyusunan tersebut dilakukan melalui Workshop Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan bersama Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS).

Workshop berlangsung selama tiga hari, 5–7 Agustus 2026, di Hotel Mahavira 2, Nabire. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan program kesehatan Papua Tengah ke depan disusun secara terarah, terukur, serta selaras dengan kebijakan nasional dan regulasi yang berlaku.

Dalam penyusunan Renja 2027, Dinkes Papua Tengah mengacu pada visi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, terutama dalam memperluas pemerataan pelayanan kesehatan hingga wilayah pedalaman.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pemerataan layanan, sejumlah fokus pembangunan kesehatan turut menjadi perhatian, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, penguatan ketersediaan tenaga kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan obat dan logistik medis di seluruh wilayah Papua Tengah.

Penyusunan Renja juga menyesuaikan dengan perkembangan regulasi perencanaan pembangunan daerah, termasuk transisi dari Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 menuju Permendagri Nomor 14 Tahun 2026.

Salah satu hasil penting dari workshop tersebut adalah penguatan strategi SPM 2+1 sebagai pendekatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan dan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga:  Kick Off HUT RI ke-81 di Papua Tengah, Wagub Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Melalui strategi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah diposisikan sebagai penanggung jawab dalam penanganan krisis kesehatan dan KLB. Pada saat yang sama, pemerintah provinsi memperkuat fungsi pembinaan terhadap delapan kabupaten agar masing-masing daerah mampu memenuhi 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) secara mandiri.

Pendekatan ini dinilai penting mengingat karakteristik geografis Papua Tengah yang luas dan memiliki sejumlah wilayah dengan tantangan akses pelayanan kesehatan. Penguatan kapasitas pemerintah kabupaten diharapkan dapat mempercepat respons ketika terjadi kondisi darurat kesehatan di masyarakat.

Dengan demikian, Renja 2027 tidak hanya diarahkan untuk menjalankan program rutin, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan yang mampu menghadapi berbagai risiko dan keadaan darurat secara cepat dan terkoordinasi.

Dinkes Papua Tengah berharap hasil workshop dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih realistis, terintegrasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah.

Melalui perencanaan yang matang serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah provinsi dan kabupaten, pembangunan kesehatan Papua Tengah diharapkan semakin merata, responsif, dan berkelanjutan.

Renja 2027 pun diproyeksikan menjadi salah satu pijakan penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus membangun sistem yang lebih siap menghadapi krisis kesehatan di Papua Tengah.

Berita Terkait

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi
Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah
Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire
LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai
PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak
Berkas Perkara P-21, Polres Nabire Serahkan ABH dan Barang Bukti ke JPU
Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman
Semarak HUT ke-81 RI, Kepala Suku Besar Woa Gerki Waibusi Gelar Berbagai Kegiatan di Nabire
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:01

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ultimatum Petugas Bandara: Jangan sampe ada Perjualbelikan Tiket subsidi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:23

Tiket Turun Jadi Rp400 Ribu, Sony Bekies Kogoya Apresiasi Subsidi dari pemprov papua tengah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:54

Wakil Ketua III DPR Papua Tengah Ajak Pemimpin Introspeksi di Tengah Krisis Nabire

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06

LMA Nabire Deklarasikan Persatuan Masyarakat Adat, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:27

PLTS 30 kW Akan Terangi Dua Distrik di Kabupaten Puncak

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:42

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Penerbangan Subsidi Layani Enam Rute Pedalaman

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:01

Petrus Tekege Apresiasi Subsidi Penerbangan Pemprov Papua Tengah: “Konektivitas Adalah Kunci Pembangunan”

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:05

Wagub Papua Tengah Kenakan Busana Adat Lani di HUT RI ke-81, Pesan Persatuan dari Puncak Jaya

Berita Terbaru