Papedanews.com-Nabire
Salah satu rumah Timses ( Tim Sukses ) Pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nabire Martinus Adii – Agus Suprayitno , Di serang oleh sekelompok orang tak di kenal.30/11/2024.
Rumah Adriana Sahempa Ketua Tim Hukum Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Martinus Adii & Agus Suprayitno di jln gang jeruk kampung air mandidih Samabusa Nabire Papua Tengah ,
Mengalami kerusakan akibat sekelompok orang tidak di kenal mendatangi kediamannya dan langsung menghancurkan jendela , mobil pribadi , dan vas bunga dan lebih parahnya mengejar keluarga korban yang berada di rumahnya , Sabtu 30 / 11 / 2024.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kejadiannya Sabtu 30/11/2024 sekitar pukul 11.30 Wit, Rumah kami tiba tiba di datangi dua unit mobil merek avanza hitam , lalu turun sekelompok orang dengan sebagian menutup wajah dan ada yang tidak menutup wajah , memegang parang panjang serta membawa besi , dengan secara brutal memukul dan menghancurkan jendela rumah, kaca belakang mobil , serta langsung masuk ke dalam rumah mengejar keluarga kami yang ada dalam rumah ,” ujar adriana .
akibat kejadian tersebut adek saya yang bernama hendra , mengalami luka di kepala , sebanyak 6 jahit akibat terkena hantaman parang pelaku .
Pada peristiwa Naas itu Anak saya sedang berada di kantor Distrik Teluk Kimi untuk menjadi saksi pleno PPD dan saya sendiri sedang berada di Distrik Nabire Barat untuk mendampingi tim di pleno PPD distrik Nabire Barat ,sementara keluarga saya yang lain sedang melaksanakan ibadah di rumah , tiba tiba saya di telepon untuk ke rumah karena rumah saya telah di serang oleh sekelompok orang tak di kenal , begitu tiba di rumah nampak jelas bagaimana traumanya anak dan cucu saya , karena mereka mengejar anak anak saya dengan parang sampai ke hutan belakang rumah , dan parahnya mereka masuk kedalam rumah secara paksa ,naasnya adik saya terlambat mengelak dan salah satu pelaku mengayunkan parang dan mengenai kepala adik saya yang sedang berada di dapur rumah , ” ujarnya.
Saya percaya pihak keamanan pasti segera akan menangkap para pelaku , dan mengungkap apa motif penyerangan ini , mengingat ini adalah pesta demokrasi masing masing mempunyai pendapat dan gagasan yang sedang di perjuangkan , tapi bukan dengan cara kekerasan dan saling menyebarkan teror , karena kasus ini pernah saya alami ketika saya menjadi ketua Bawaslu Kabupaten Nabire dan ini adalah kejadian yang paling parah .
Oleh karena itu saya meminta kepada masyarakat terutama timses dan para pendukung serta simpatisan MA_AS agar tidak terpancing apa lagi harus membalas ,biarlah kita serahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengusut tuntas atas kejadian ini.
( papedanews.com )



























