Nabire Papua Tengah papedanews.com Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua Tengah segera menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk membentuk kepengurusan definitif setelah hampir empat tahun organisasi sepak bola di provinsi tersebut dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Musda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyatukan langkah delapan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI dalam mendorong kemajuan sepak bola Papua Tengah.
Pelaksanaan Musda merupakan tindak lanjut hasil Kongres Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta pada Senin (3/8/2026). Dalam kongres tersebut, PSSI meminta seluruh Asprov yang masih dipimpin Plt segera melaksanakan Musda sebagai bagian dari penataan organisasi sepak bola di tingkat provinsi.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Harian Asprov PSSI Papua Tengah, Deinas Geley, yang menghadiri kongres bersama Sekretaris Asprov Ananias Pigai, mengatakan Papua Tengah diberikan batas waktu hingga Agustus 2026 untuk menyelesaikan pelaksanaan Musda.
“Sepulang dari Jakarta kami akan langsung mempersiapkan Musda dengan mengundang seluruh Askab PSSI dari delapan kabupaten di Papua Tengah. PSSI Pusat juga dijadwalkan hadir di Nabire untuk membuka Musda secara resmi,” ujar Deinas.
Menurut Deinas, kepengurusan definitif sangat dibutuhkan agar roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan program pembinaan sepak bola memiliki arah yang jelas serta berkesinambungan.
Ia menilai pembentukan kepengurusan definitif bukan sekadar memenuhi kebutuhan administrasi organisasi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan sepak bola yang lebih kuat, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Di tengah proses persiapan Musda, Asprov PSSI Papua Tengah tetap menjalankan tugas organisasi. Pembinaan terhadap Askab di delapan kabupaten terus dilakukan, termasuk mempersiapkan kompetisi Liga 4 tingkat provinsi sebagai bagian dari sistem kompetisi nasional.
“Musda ini harus menjadi awal untuk melakukan pembenahan dan menyusun program yang benar-benar menyentuh kebutuhan sepak bola Papua Tengah, terutama pembinaan pemain muda,” kata Deinas.
Selain agenda Musda, Asprov PSSI Papua Tengah juga mulai menyiapkan sejumlah program strategis untuk meningkatkan kompetisi dan menemukan talenta-talenta sepak bola potensial di daerah.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah penyelenggaraan **Piala Gubernur Papua Tengah**, yang direncanakan melibatkan enam provinsi di Tanah Papua.
Turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi pemain-pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkuat persaudaraan antardaerah melalui olahraga.
Dengan dukungan pemerintah daerah, delapan Askab, klub, pelatih, pemain, dan seluruh pencinta sepak bola, Asprov PSSI Papua Tengah berharap Musda dapat menghasilkan kepengurusan yang solid, profesional, dan memiliki komitmen kuat membangun sepak bola Papua Tengah.
Musda pun diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya tata kelola organisasi yang lebih baik, kompetisi yang lebih berkualitas, serta sistem pembinaan berkelanjutan yang mampu melahirkan pesepak bola Papua Tengah menuju level nasional.



















