NABIRE – Gubernur Papua Tengah papedanews.com Meki Fritz Nawipa, didampingi Wakil Gubernur Deinas Geley, secara resmi membuka Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar SMA/SMK Provinsi Papua Tengah Tahun 2026 di Lapangan Bandara Lama, Nabire, Rabu (24/6/2026).
Festival yang diikuti pelajar SMA dan SMK dari delapan kabupaten di Papua Tengah tersebut menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya leluhur.
Pembukaan festival turut dihadiri pimpinan dan anggota DPR Papua Tengah, para bupati se-Papua Tengah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala sekolah, guru pendamping, tokoh masyarakat, serta ratusan pelajar yang memadati lokasi kegiatan.
ADVERTISEMENT
.
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan budaya yang tidak ternilai dan harus terus dijaga oleh generasi muda sebagai identitas serta jati diri masyarakat Papua.
Menurutnya, kekayaan Papua Tengah tidak hanya terletak pada sumber daya alam seperti emas dan tembaga, tetapi juga pada nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
“Papua Tengah adalah tanah yang kaya. Kekayaan kita bukan hanya emas dan tembaga yang ada di dalam bumi, tetapi juga budaya yang menjadi identitas dan jati diri masyarakat Papua. Budaya ini bahkan lebih mahal daripada emas dan tembaga yang kita miliki hari ini,” tegas Meki Nawipa.
Gubernur menilai, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, generasi muda memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya daerah agar tidak tergerus oleh perubahan zaman.
Ia berharap festival budaya tidak hanya menjadi ajang perlombaan atau hiburan semata, tetapi menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman suku dan adat istiadat di Papua Tengah.
“Generasi muda harus menjadi penjaga identitas Papua. Kalian adalah pewaris budaya yang akan menentukan apakah nilai-nilai luhur leluhur tetap hidup atau justru hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Meki Nawipa juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkarakter, berprestasi, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya Papua.
Festival Cahaya Kreasi Budaya Pelajar Tahun 2026 menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, tarian daerah, musik, busana adat, hingga kreasi budaya dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat melestarikan budaya terus tumbuh di kalangan generasi muda.
Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan teknologi, tetapi juga bangga terhadap identitas budaya serta mampu menjadi duta pelestarian warisan leluhur bagi Papua Tengah di masa depan.



















